• Kamis, 30 Juni 2022

Untuk Penyelamatan Aset Pertamina, Penyidik Kejati DKI Geledah Tiga Tempat Di Cianjur

- Minggu, 24 April 2022 | 21:46 WIB

SUARAKARYA.ID: Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan penggeledahan di tiga tempat di Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Hal itu dilakukan guna dapat membongkar permainan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi mafia tanah milik PT Pertamina di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kasipenkum Kejati DKI, Ashari Syam, membenarkan adanya penggeledahan yang dimaksudkan untuk menentukan pihak yang bertanggungjawab serta peran para pelaku kejahatan terkait pencaplokan tanah aset Pertamina itu.   Dan dari hasil penggeledahan itu, Ashari menyebutkan, sejumlah dokumen dan surat-surat pendukung disita bakal dijadikan alat bukti.

Pendukung penggeledahan tersebut,  pimpinan Kejati DKI menerbitkan Surat Perintah Penggeledahan dan Surat Perintah Penyitaan pada 7 April 2022 serta Penetapan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung Klas IA Khusus pada 14 April 2022.

Ashari menyebutkan, Minggu (25/4/2022), ketiga tempat yang digeledah tersebut seluruhnya berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pertama, tim penyidik menggeledah tempat tinggal atas nama ALS yang terletak di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Cilaku. Disusul penggeledahan tempat tinggal saksi berinisial S yang terletak di Kampung Mekar Manik, Desa Jati, Bojongpicung, Cianjur, dan tempat tinggal saudari AYS yang terletak di Kampung Cibodas, Desa Gunung Sari, Ciranjang.

Ashari menjelaskan bahwa ketiga saksi yang tempat tinggal/kediamannya digeledah tersebut merupakan ahli waris dari almarhum RS Hadi Sopandi. Dalam kesempatan penggeledahan itu,  penyidik melakukan tindakan hukum penyitaan terhadap dokumen dan surat-surat tertentu yang ada kaitannya dengan identitas ahli waris.

Selain itu, tim penyidik Kejati DKI menyita dokumen terkait tanah Pertamina yang terletak di Jalan Pemuda Jakarta Timur. "Penyidik juga menyita  SHM milik saksi AYS serta benda-benda elektronik,” tutur Ashari.

Ashari menjelaskan bahwa pada saat  penggeledahan Jumat (22/4/2022) dilakukan penyidik secara bersamaan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang berstatus sebagai perangkat Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur. “Dimana almarhum RS Hadi Sopandi pernah bertempat tinggal sebelumnya di tempat tersebut,” katanya.

Dari hasil penyidikan, termasuk sebelum-sebelumnya, penyidik Kejati DKI telah menemukan fakta hukum adanya dugaan pemalsuan identitas almarhum RS Hadi Sopandi. “Dimana yang bersangkutan bukanlah A Supandi yang merupakan pemilik asal dari obyek  tanah yang dikuasai PT Pertamina (Persero) yang kini dipersengketakan tersebut," ungkapnya.

Penyidik menemukan pula adanya perbuatan menyembunyikan identitas sebenarnya atas pemilik sah tanah tersebut yang berada di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. “Penerima pembayaran ganti rugi tanah di Jalan Pemuda tersebut patut diduga adalah pihak-pihak yang turut serta membantu ahli waris dari almarhum RS Hadi Sopandi dalam memenangkan gugatan perdata tanah milik PT Pertamina tersebut,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X