• Jumat, 9 Desember 2022

KPK Telusuri Aliran Uang Dari Tersangka Hakim IIH Ke Sejumlah Pihak

- Jumat, 15 April 2022 | 02:57 WIB

SUARAKARYA.ID: Penyidik KPK terus mengintensifkan penelusuran dugaan adanya aliran sejumlah uang dari tersangka hakim penerima suap di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat (IIH), ke sejumlah pihak. Untuk itu, penyidiki KPK pada Rabu (13/4/2022) memeriksa dua hakim masing-masing Dede Suryaman dan R Moh Fadjarisman sebagai saksi untuk tersangka IIH terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya, Jawa Timur.

Hal itu dibenarkan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (14/4/2022). “Ya didalami pengetahuan antara lain terkait dugaan aliran penerimaan uang oleh tersangka IIH dan juga dikonfirmasi lebih lanjut mengenai dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka IIH ke beberapa pihak terkait," kata, Ali Fikri, Kamis (14/4/2022).

Penyidik KPK telah menetapkan Hidayat bersama Panitera Pengganti PN Surabaya nonaktif, Hamdan (HD), sebagai tersangka penerima suap dan pengacara sekaligus kuasa dari PT Soyu Giri Primedika (SGP), Hendro Kasiono (HK), sebagai tersangka pemberi suap. Sebagaimana dikutip Antara, konstruksi perkara disebutkan IIH selaku hakim tunggal PN Surabaya menyidangkan perkara permohonan pembubaran PT SGP yang diwakili Kasiono sebagai kuasa hukum perusahaan itu.

Terkait penanganan perkara itu, KPK menduga ada kesepakatan antara Kasiono dan pihak perwakilan PT SGP untuk menyiapkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada hakim. KPK juga menduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara itu berkisar Rp1,3 miliar, dimulai dari tingkat putusan pengadilan negeri hingga tingkat putusan Mahkamah Agung. Sebagai langkah awal realisasi uang Rp1,3 miliar itu, Kasiono menemui Hamdan, lalu meminta agar hakim yang menangani perkaranya bisa memutus sesuai dengan keinginan Kasiono.

Untuk memastikan persidangan perkaranya berjalan sesuai dengan harapan, Kasiono diduga berulang kali menjalin komunikasi dengan Hamdan menggunakan istilah "upeti" demi menyamarkan maksud dari pemberian uang.

Penyidik KPK mengungkapkan setiap hasil komunikasi antara Kasiono dan Hamdan diduga selalu dilaporkan Hamdan kepada Hidayat. KPK pun menyebutkan putusan yang diinginkan Kasiono adalah agar PT SGP dinyatakan dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 miliar. Hamdan kemudian menyampaikan keinginan Kasiono kepada IIH, yang kemudian menyatakan bersedia dengan imbalan sejumlah uang.

Pada 19 Januari 2022, uang imbalan diserahkan Kasiono kepada Hamdan sejumlah Rp140 juta untuk IIH. Selain itu, KPK menduga pula IIH menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di PN Surabaya sehingga hal itu akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.

Sebelumnya penyidik lembaga anti rasuah telah juga memeriksa dua hakim sebagai saksi yaitu Emma Ellyani dan R Yoes Hartyarso. Mereka didalami pengetahuannya tentang persidangan beberapa perkara di PN Surabaya dengan tersangka IIH dan dugaan aliran sejumlah uang dalam putusannya.

Kasus dugaan suap hakim PN Surabaya IIH, penyidik KPK pada awalnya menduga ada kesepakatan antara Hendro dan perwakilan perusahaan untuk menyiapkan sejumlah uang diberikan kepada hakim berkisar Rp 1,3 miliar. Kesepakatannya dimulai dari tingkat putusan pengadilan sampai putusan MA. Langkah awal realisasi, dia menemui Hamdan dan meminta agar hakim yang menangani perkara itu memutus sesuai keinginan Hendro.***

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Delik Perzinahan di KUHP Baru Dituding Tidak Jelas

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:37 WIB
X