• Kamis, 30 Juni 2022

Hentikan Pertikaian Warga Antardesa Di Maluku Tenggara, Utamakan Kekeluargaan Dan Adat

- Kamis, 14 April 2022 | 07:48 WIB
Kapolres Tual , AKBP  Emmanuelle Samson Manuputty (Istimewa)
Kapolres Tual , AKBP Emmanuelle Samson Manuputty (Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Masyarakat Tual Maluku Tenggara diimbau  meningkatkan rasa persaudaraan dan menjaga adat yang terpeliharan secara turun temurun sejak para pendahulu.

Masyarakat Tual dan Maluku umumnya dikenal dengan warga yang benar-benar menjaga dan memelihara perintah adat. Namun belakangan  perintah adat mulai ternoda dengan masuknya banyak pengaruh  yang tak menguntungkan masyarakat setempat.

Karena itu,  Kepolisian Resor (Polres) Tual, Maluku Tenggara, bersama pemerintah daerah setempat sedang menangani bentrok antarwarga Ohoibun Atas dan Ohoibun Bawah.

Baca Juga: Tim Puslitbang Mabes Polri Kunker Di Polres Sorong

Bentrokan yang melibatkan ratusan pemuda ini kembali pecah di Langgur, Rabu, sekitar pukul 14.30 WIT. Mereka saling melemparkan batu. Belum diketahui ada tidaknya korban jiwa, Polisi masih mendalami pemicu konflik tersebut.

“Ini nanti kita akan bersama sama dengan pemerintah daerah, camat, Kapolsek dan juga pejabat pejabat terkait yang ada di Langgur ini untuk memanggil kedua bela pihak untuk melakukan penyelesaian,” kata Kapolres Tual , AKBP Dax Emmanuelle Samson Manuputty..

Ia mengatakan mereka akan panggil semuanya yang terlibat dalam bentrokan untuk menanyakan pokok permasalahannya di mana, sehingga menimbulkan kesalahpahaman tersebut.

“Akan kita tanyakan dulu di mana akar permasalahannya, seperti apa, sehingga ke depannya tidak ada lagi hal- hal seperti ini, tawuran antarkedua belah pihak,” ucapnya.

Ia mengaku, meskipun sebelumnya juga pernah terjadi bentrokan, tetapi belum dapat diketahui apa penyebabnya, karena masih simpang siur.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X