• Minggu, 26 Juni 2022

Mendag Butuh Waktu Siapkan Berkas Untuk Hadapi Gugatan Praperadilan

- Rabu, 13 April 2022 | 02:09 WIB

SUARAKARYA.ID: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi belum siap mengikuti sidang gugatan praperadilan terkait minyak goreng yang diajukan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022).

Alasannya sebagaimana dikemukakan penasihat hukumnya, Sri Haryanti,  Mendag Muhammad Lutfi belum bisa menghadiri sidang karena butuh tambahan waktu mempersiapkan dokumen administrasi dan kelengkapan berkas-berkas untuk persidangan tersebut.

Mendengar hal itu PN Jakarta Pusat menunda persidangan praperadilan tersebut Senin (18/4/2022) pekan depan.  Sri Haryanti pun menyatakan kliennya sudah akan siap menghadiri persidangan berikutnya sebagaimana dijadwalkan majelis hakim tersebut.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman selaku pemohon praperadilan menyayangkan alasan Mendag Muhammad Lutfi tersebut. Dia menilai  karena Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah bertemu dengan DPR dan menyampaikan dugaan adanya mafia minyak goreng maka berbagai dokumen seharusnya sudah siap. Atas kenyataan ini, Boyamin menduga Kemendag tidak melakukan apa-apa terkait mahal dan langkanya minyak goreng.

Alasan ketidaksiapan yang disampaikan Muhammad Lutfi semakin tidak bisa diterima Boyamin karena undangan persidangan sudah disampaikan sejak 5 April 2022. "Ketidakhadiran pihak Kementerian Perdagangan sulit diterima karena  panggilan sidang sudah seminggu lalu dan kita sudah mengajukan gugatan itu sudah lebih dari dua minggu. Jadi ketidakhadiran dengan alasan melengkapi kecukupan dokumen kami nilai mengada-ada,” ujar Boyamin seraya berharap pekan depan, Lutfi atau pun pihak Kemendag bisa menghadiri persidangan.

MAKI mempraperadilankan kebijakan penghentian penyidikan mafia minyak goreng oleh Mendag Muhammad Lutfi dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag. Dalam berkas gugatan tersebut MAKI menyatakan termohon Mendag telah melakukan tindakan penghentian penyidikan secara tidak sah dan melawan hukum atas kasus langka dan mahalnya minyak goreng yang diduga akibat perbuatan mafia minyak goreng.

MAKI meminta majelis hakim untuk memerintahkan Mendag melanjutkan penyelidikan mafia minyak goreng sampai tuntas sesuai perundang-undangan. MAKI menginginkan ada penetapan tersangka dalam kasus kelangkaan minyak goreng. Untuk itu, MAKI memohon kepada pengadilan untuk memerintahkan Mendag dan Kemendag mengumumkan tersangka penimbunan minyak goreng. "Memerintahkan termohon segera melakukan penetapan tersangka atas tindak pidana perlindungan konsumen dan tindak pidana perdagangan atas peristiwa langka dan mahalnya minyak goreng yang diduga dilakukan oleh mafia minyak goreng," demikian bunyi petitum permohonan praperadilan MAKI.

Kelangkaan minyak goreng terjadi sejak akhir 2021 beriringan dengan kenaikan harga sawit di pasar dunia. Harganya sempat menembus Rp50 ribu di beberapa wilayah. Pemerintah sempat membatasi harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, tetapi stok di pasaran justru hilang. Mendag Muhammad Luthfi mengatakan ada tiga pihak yang diduga menjadi biang kerok kenaikan harga serta kelangkaan minyak goreng. Dia menyebut kepolisian akan mengungkap tersangka mafia minyak goreng pada 21 Maret 2022. Namun hingga saat ini hal itu tidak kunjung dilakukan menyebabkan ibu-ibu menjerit karena sulit dan membubungnya harga minyak goreng.***

 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X