• Selasa, 28 Juni 2022

JPU Ancam Irjen Napoleon Dengan Hukuman Maksimal Tujuh Tahun

- Jumat, 25 Maret 2022 | 08:48 WIB

                     

SUARAKARYA.ID: Kendati pada persidangan sebelumnya ada trik-trik hambat persidangan kasus Irjen Napoleon Bonaparte terkait dugaan penganiayaan terhadap M Kace, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Faizal Putrawijaya dapat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022). Terdakwa diancam hukuman maksimal tujuh (7) tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP, pasal 170 ayat 1 KUHP tentang Pengeroyokan dan Kedua, pasal 351 ayat 1 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Pasal 170 (1) KUHP berbunyi: “barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan”. Sedangkan pasal 170 (2) KUHP berbunyi: “bersalah dihukum dengan penjara selama-lamanya tujuh tahun, jika dia dengan sengaja merusakkan barang atau jika kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka/cacat. Berikutnya  pasal 351 ayat 1 KUHP berbunyi: “penganiayaan dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan”.

Menanggapi dakwaan JPU tersebut,  Napoleon menyatakan keberatannya, khususnya Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 KUHP yang mana dinilainya sangat berlebihan. Napoleon juga menyebut, tak ada niatan untuk membunuh atau meracuni Kace. "Pasal 351 ayat (1) itu penganiayaan biasa yang kita tahu berdasarkan KUHAP penjelasannya mengaitkan dengan hasil visum et repertum, jelas-jelas ahli digital forensik mengatakan tidak mengakibatkan luka berat," kata Napoleon.

Dalam surat dakwaan JPU Faizal Putrawijaya disebutkan  Irjen Napoleon melakukan perbuatan tersebut bersama tahanan lainnya, yaitu Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. Mereka menganiaya M Kace di dalam sel Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 dini hari.

Saksi korban M Kace saat baru ditahan di Rutan Bareskrim, didatangi oleh Napoleon pada 26 Agustus 2021 dini hari untuk diajak berbincang. Namun, Napoleon tersinggung dengan pernyataan M Kace dan dia memerintahkan tahanan lain membawa satu kantong plastik berisi tinja ke ruang sel.

Napoleon kemudian melumuri wajah M Kace dengan tinja sembari menjambak rambut korban. Perwira tinggi Polri itu sempat berteriak, "tutup mata kamu dan mulut kamu". JPU menyebut tangan kanan Napoleon yang memegang tinja kemudian dipukulkan dengan keras ke bagian wajah M Kace sehingga kepala korban terbentur tembok. Tahanan lain pun lanjut memukul dada dan menginjak paha M Kace, dan yang lain memukul pundak korban dengan sendal jepit. Tahanan bernama Dedy Wahyudi juga menampar pipi M Kace dan memasukkan tinja ke mulut M Kace sebanyak dua kali. Dugaan tindak kejahatan itu kemudian dilaporkan M Kace ke Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021.***

 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X