Tim Tabur Ringkus Buronan Terpidana Kasus Ilegal Logging

- Minggu, 20 Februari 2022 | 17:17 WIB
ganti
ganti

terpidana Hardi setelah diringkus Tim Tabur

JAKARTA: Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Jawa Timur mengamankan buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), Hardi Hermawan alias Aseng bin Hermawan, yang melakukan menyuruh, melakukan, dan turut serta melakukan pengangkutan, menguasai atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (ilegal logging).

Hardi yang merupakan buronan dari Kejati Kalimantan Tengah berdomisili Jl. Brokoli V No. 02 Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah atau Kuwukan Garuda Kav. Ramayana No. A1 – A2 Kelurahan Lontar RT. 07 RW. 06 Kecamatan Sambi Kerep Kota Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 854 K/Pid.Sus-LH/2018 tanggal 30 Juli 2018, terpidana Hardi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyuruh, melakukan, dan turut serta melakukan pengangkutan, menguasai atau memiliki hasil hutan tanpa dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a jo pasal 16 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

 Hardi dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan denda sebesar Rp. 500.000.000 dengan ketentuan apabila tidak membayar diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.Terpidana Hardi diamankan di Kuwukan Garuda Kav. Ramayana No. A1 – A2 Kelurahan Lontar RT. 07 RW. 06 Kecamatan Sambi Kerep Kota Surabaya, Jawa Timur karena ketika dipanggil sebagai terpidana oleh jaksa eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah.

 Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, dan karenanya yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), hingga akhirnya berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung, dan selanjutnya Terpidana segera dibawa menuju Kalimantan Tengah guna dilaksanakan eksekusi.

 

“Melalui program Tabur Kejaksaan, kami mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Simanjuntak, Minggu (20/2/2022).***

Editor: Wilmar Pasaribu

Tags

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X