• Jumat, 27 Mei 2022

Oknum Hakim Dan Panitera Pengganti PN Surabaya Diberhentikan Sementara

- Jumat, 21 Januari 2022 | 11:16 WIB
Gedung PN Surabaya
Gedung PN Surabaya


SURABAYA: Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH) dan panitera pengganti Hamdan (H) resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap. Atas tindakannya itu, keduanya langsung diberhentikan sementera oleh Mahkamah Agung.

Menurut Plt Kepala Bawas Mahkamah Agung, Dwiarso Budi Santiarto, pemberhentian tersebut langsung dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung dan Surat Keputusan tersebut telah ditandatangani. "Dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Maka yang bersangkutan telah diberhentikan sementara," ujarnya, Kamis (20/1/2022) malam.

Pihaknya juga berharap, operasi tangkap tangan ini bisa ikut membantu Mahkamah Agung untuk mempercepat menjadi lembaga yang bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. MA melalui badan pengawasan, kata dia, tiada hentinya melakukan upaya pencegahan maupun pemberantasan korupsi, khususnya pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim dan badan aparatur peradilan lainnya.

Pihaknya selaku Plt Kabawas juga telah mengirimkan tim untuk memeriksa dan memastikan, apakah atasan langsung yaitu Kepala Pengadilan Negeri Surabaya dan Panitera Pengadilan Negeri Surabaya telah melakukan pengawasan dan pembinaan sebagaimana yang dimaksud dalam maklumat Ketua Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017. Karena ada tanggung jawab yang dipikul oleh pimpinan atasan langsungnya para oknum hakim dan panitera pengganti ini

Seperti diketahui, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap perkara yang melibatkan seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Mereka di antaranya HK sebagai pemberi. HD dan IIH sebagai penerima. Suap yang dimaksud yaitu HK selaku pengacara dan kuasa dari PT Soyu Giri Primedika (SGP), melakukan suap terhadap IIH melalui HD agar PT SGP yang memiliki aset Rp50 miliar dinyatakan bubar.

Para tersangka itu saat ini telah dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 20 Januari 2022 sampai dengan 8 Februari 2022. HK ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. HD ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur dan IIH ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.***

 

Editor: Andira

Terkini

X