• Jumat, 27 Mei 2022

Prihatin Kasus Pembunuhan Ibu Anak NTT, Legislator Senayan Minta Usut Tuntas!

- Senin, 17 Januari 2022 | 21:56 WIB
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Laksono didampingi Tenaga Ahlinya di FPG DPR RI, Henry Indraguna (foto atas) dan juga Ketua DPRD NTT Dr. Inche Sayuna bersama Chris Mboeik dan Aloisius Maloladi telah mendatangi Kapolda NTT  Irjen Pol. Setyo Budiyanto untuk mengusut tuntas pembunuhan ibu dan anak di NTT (AG Sofyan)
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Laksono didampingi Tenaga Ahlinya di FPG DPR RI, Henry Indraguna (foto atas) dan juga Ketua DPRD NTT Dr. Inche Sayuna bersama Chris Mboeik dan Aloisius Maloladi telah mendatangi Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto untuk mengusut tuntas pembunuhan ibu dan anak di NTT (AG Sofyan)

KUPANG: Kasus pembunuhan ibu dan anak di Penkase Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu perhatian dan reaksi keras dari wakil rakyat di Pusat dan Daerah.

Wakil Rakyat di DPR RI,  Akbarsyah Laksono angkat bicara dengan mengutuk perbuatan biadab dan tidak bisa diterima oleh agama serta kepercayaan mana pun. 

"Peristiwa-peristiwa pembunuhan di NTT bisa disebut dengan “femisida” (femicide) yang secara sederhana diartikan sebagai “penghilangan nyawa perempuan atau anak perempuan karena dia perempuan atau karena kekerasan berbasis gender. Pembunuhan tersebut menunjukkan kekejian yang luar biasa baik dari motif, pola pembunuhan hingga dampak pada korban dan keluarganya," ujar Dave Laksono di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022) menanggapi pembunuhan ibu dan anak di NTT.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar ini meminta Kepolisian mengusut tuntas kasus penghilangan nyawa yang termasuk pembunuhan dengan pemberatan (pasal 339) dan pembunuhan berencana (pasal 340) sehingga penjatuhan hukumannya pun pidana yang setimpal dengan kesalahan pelaku pembunuhan tersebut.

Politisi muda Beringin yang juga Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 ini mengingatkan agar penyidik atau pihak-pihak yang berkepentingan tidak melindungi tersangka dengan melakukan tindakan damai untuk menyelesaikan persoalan hukum ini

"Saya di DPR RI akan terus memonitor dan mengawasi proses hukum kasus NTT ini sesuai kewenangan dewan yang salah satunya adalah fungsi pengawasan agar tidak terjadi abuse of power dan mencegah terjadinya pelanggaran hak asasi korban dan keluarga yang ditinggalkan," tegas Wakil Rakyat Dapil Jabar VIII (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu) ini.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pakar PPK Kosgoro 1957, Henry Indraguna yang juga Tenaga Ahli Anggota DPR RI Dave Laksono saat mendampingi di Gedung Parlemen juga mendukung langkah-langkah penegak hukum untuk mengutamakan supremasi hukum sesuai tempatnya.

"Law enforcement tetap harus menjadi panglima bagaimana menegakkan keadilan dan kebenaran agar tidak akan muncul lagi kejahatan pembunuhan yang justru dilakukan di lingkungan keluarga terdekat. Asas ultimum remedium agar dijatuhkan dengan hukuman paling berat kepada tersangka dan sebagai penegasan tidak akan ada upaya damai jika mereka yang berkepentingan mencoba "bermain" dalam kasus hukum ini," terang Henry yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum PPK Kosgoro 1957 ini.

Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPRD NTT Dr. Inche Sayuna bersama Chris Mboeik dan Aloisius Maloladi telah mendatangi Kapolda NTT yang baru Irjen Pol. Setyo Budiyanto di Mapolda NTT, Senin lalu (10/1/2022) untuk melaporkan dan meminta Pimpinan Polri di NTT ini untuk tidak "masuk angin" memproses kasus pembunuhan ibu dan anak ini.

Halaman:

Editor: Agoes Sofyan, SH.MM

Artikel Terkait

Terkini

X