• Jumat, 1 Juli 2022

Jaksa Agung Perintahkan Jajaran Berantas Mafia Pupuk

- Minggu, 9 Januari 2022 | 12:08 WIB
Jaksa Agung Prof Dr ST Burhanuddin SH MH
Jaksa Agung Prof Dr ST Burhanuddin SH MH

JAKARTA: Setelah sebelumnya menggencarkan pemberatasan mafia tanah dan pelabuhan, saat ini Kejaksaan Agung dan jajarannya berusaha keras pula melancarkan operasi intelijen untuk menamatkan riwayat mafia-mafia pupuk di seluruh Indonesia.

Jaksa Agung Prof Dr ST Burhanuddin SH MH mengisyaratkan hal itu dengan memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi pemusnahan mafia-mafia pupuk yang menyengsarakan para tani.  “Saya perintahkan untuk dilakukan operasi intelijen dalam pemberantasan mafia pupuk.  Jangan sampai pupuk dikuasai mafia, rakyat (petani) membutuhkan pupuk,”  demikian Jaksa Agung Burhanuddin dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Jambi.

Sebagaimana dikutip dari siaran pers Puspenkum Kejaksaan Agung, Minggu (9/1/2022), Jambi disebut sebagai salah satunya pemilik peran penting dalam penyediaan stok pangan di Indonesia.  Berdasarkan data yang diperoleh dari situs Kementerian Informasi dan Informatika Republik Indonesia, Provinsi Jambi pernah pula mendapatkan Penghargaan di Bidang Pertanian tahun 2021 dengan menduduki peringkat kelima dalam katagori Peningkatan Produksi Beras Tertinggi Tahun 2020-2021.  Selain itu, dalam katagori provinsi dengan Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021, Provinsi Jambi menduduki peringkat ketiga. 

Keberadaan dan ketersediaan pupuk, khususnya pupuk bersubsidi,  kata Burhanuddin, memegang peranan penting dalam menopang prestasi Jambi sebagai lumbung pangan peringkat tiga nasional.  “Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus diamankan. Oleh karena itu, sangat disayangkan terjadinya isu di Kabupaten Blora terkait kasus penyelundupan dan penimbunan pupuk bersubsidi.  “Hal tersebut sudah pasti sangat meresahkan dan mengganggu para petani dalam meningkatkan hasil pangan, sehingga efek domino dari berkurangnya produksi pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi,” katanya mengingatkan. 

Burhanuddin  kemudian memerintahkan kepada setiap Kepala Satuan Kerja, baik di Kejaksaan Tinggi Jambi, beserta para Kajari dan juga para Kepala Kejaksaan Tinggi  dan Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia, untuk segera menelusuri dan mengidentifikasi praktik mafia pupuk.  “Melalui operasi intelijen, mesti diidentifikasi, apakah di wilayah hukum masing-masing ada upaya praktik-praktik curang pupuk bersubsidi. Cermati betul setiap proses distribusi pupuk bersubsidi tersebut apakah tepat sasaran. Dan segera tindak apabila ada pihak-pihak yang mencoba bermain terkait pupuk,” tegasnya. 

Jaksa Agung menegaskan juga bahwa setiap jaksa wajib memberantas mafia pupuk. Sebab, rakyat yakni para petani Indonesia, sangat membutuhkan pupuk itu.  “Ungkap adanya mafia pupuk, rakyat butuh keberadaan pupuk,”  kata Burhanuddin menegaskan.

Sementara itu, di Kabupaten Samosir sejak beberapa saat lalu terjadi kelangkaan pupuk. Para petani dari sejumlah kecamatan berusaha keras mendapatkan pupuk walaupun harganya dinaikkan. Tetapi “infus” untuk tanam tanamannya itu sulit didapatkan. Ada dugaan dikuasai mafia pula. Namun sejauh ini belum ada yang terbongkar aksi-aksi kejahatan mafia pupuk di Kabupaten Samosir tersebut.***

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

KKB Kembali Tembak Warga Sipil Di Papua

Selasa, 28 Juni 2022 | 07:08 WIB
X