• Selasa, 25 Januari 2022

MA Tidak Mau Main Mata Saat Tangani PK Eks Ketua PT Manado

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:57 WIB
MA
MA

JAKARTA: Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) tidak tergoda atau tidak mau main mata untuk meringankan hukuman bekas Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono. Kendati peluang menguranginya ada, tetap saja wakil Tuhan di muka bumi itu tidak terpengaruh oleh status terpidana (Sudiwardono) sebelumnya.

Oleh karena itu, majelis hakim MA menolak upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) Sudiwardono. Dengan demikian, Sudiwardono tetap dihukum enam (6) tahun penjara.

Sebagaimana putusan peradilan tingkat pertama, banding dan kasasi (MA), disebutkan bahwa Sudiwardono saat menjadi Ketua PT Manado, terbukti secara sah dan meyakinkan korupsi menerima suap untuk meringankan hukuman terdakwa korupsi. "Tolak PK," demikian bunyi putusan penolakan PK tersebut di website MA, Sabtu (4/12/2021).

Penolakan PK tersebut diketok oleh Ketua Majelis Burhan Dahlan dengan  anggota majelis Soesilo dan Ansori pada Rabu (1/12/2021).

Tindak kejahatan Sudiwardono dilakukan penghujung 2017 pada saat mana KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2017 terhadap anggota DPR dari Partai Golkar, Aditya Moha Siahaan, yang menyuap Sudiwardono senilai 120 ribu dolar Singapura. Pemberian uang itu diberikan secara bertahap. Tujuannya agar ibu Aditya, Marlina Moha Siahaan, dibebaskan dalam proses banding di PT Manado.

Aditya awalnya menjanjikan memberi 50 ribu dolar Singapura ke Sudiwardono. Namun Sudiwardono menolak dan meminta 100 ribu dolar Singapura dengan alasan uang itu bakal dibagi ke anggota majelis hakim lain yang menangani perkara Marlina.

Setelah sepakat soal jumlah suap, Aditya menyerahkan duit 80 ribu dolar Singapura ke Sudiwardono di Yogyakarta. Dalam pertemuan pada 12 Agustus 2017 itu, Sudiwardono menyatakan duit yang telah diserahkan hanya agar ibu Adiya, Marlina, tak ditahan. Sedangkan jika ingin ibunya bebas, harus ada tambahan lagi sesuai dengan kesepakatan sebanyak 100 ribu dolar Singapura.

Keduanya kembali bertemu pada September 2017 di pekarangan Masjid Kartini, Manado. Dalam pertemuan itu, Sudiwardono meminta tambahan 40 ribu dolar Singapura agar Marlina dibebaskan. Disepakati pula bahwa sebuah hotel di Jakarta menjadi tempat transaksi sampai akhirnya kasusnya terbongkar.***

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Aksi Damai KKH Tuntut AH Kembali Ditahan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:32 WIB
X