• Selasa, 29 November 2022

KAK: Lawan Terus Radikalisme, Bom Di Makassar Tak Berperikemanusiaan

- Senin, 29 Maret 2021 | 00:57 WIB
Ketua Umum KAK Hasto Kuncoro. (Istimewa)
Ketua Umum KAK Hasto Kuncoro. (Istimewa)

SEMARANG: Kecaman terhadap insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, terus berdatangan. Sala h satunya datang dari Komando Anak Kesatrian (KAK) Semarang. Organisasi anak anak pejuang TNI ini  menyatakan keprihatinan mendalam kepada korban dan keluarganya, serta mengutuk keras kejadian yang bertepatan dengan peringatan Hari Minggu Palma ini.

Dalam siaran persnya, Minggu (28/3/2021) Ketua Umum KAK Hasto Kuncoro menyatakan hanya orang keji dan tidak berperikemanusiaan yang tega melakukan perbuatan biadab tersebut. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini.

"Pandemi belum selesai masih banyak yang sedang menderita akibat wabah covid 19, semua sedang prihatin , tapi kok ada yang  tega melakukan perbuatan biadab tersebut, apalagi yang di bom tempat ibadah, umat yg sedang berdoa kepada Tuhan" tegas Hasto.

" Terorisme dalam bentuk apapun harus kita lawan , karena bertentangan dengan nilai nilai kemanusiaan, orang tidak berdosa bahkan sedang beribadah diserang dengan cara yg keji, apa pelaku rela jika orang orang yg dicintainya, keluarga, anak istrinya diperlalukan seperti itu..?tentu tidak kan..? Kita bunuh hewan tanpa alasan pun tidak tega" Hasto menambahkan.

Menurut Hasto, yang juga Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, agama apapun termasuk Islam mengajarkan kepada umatnya tentang kasih sayang. Kitab Suci Alquran dan Hadist Rosul jelas mencerminkan Islam sebagi  Rahmatan Lilalamin , Rakhmat untuk semua alam semesta, tidak hanya umat Islam saja.

Menurut Hasto memberantas terorisme harus dari akarnya yakni radikalisme. Dan pemerintah sudah punya  program deradikalisasi yg melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama . Ini yang harus dikuatkan.

Menurut Hasto, boleh jadi gara gara pandemi ini banyak orang frustrasi karena himpitan tekanan ekonomi dan akhirnya mudah disusupi ajaran radikal.  Karenanya semua harus tetap waspada karena terorisme yang merupakan kejahatan luar biasa atau Extra ordinary crime , perlu ditangani dengan cara yg luar biasa. Tidak bisa menangani terorisme dengan cara biasa biasa saja. Harus ekstra keras , terus menerus, dan melibatkan seluruh unsur  pemerintah dan masyarakat.
Selain tokoh agama , semua guru dan dosen sebagai pendidik juga harus ikut bertanggungjawab dalam melaksanakan program deradikalisasi, jangan malah
Sebaliknya ada guru atau dosen menanamkan bibit terorisme melalui ajaran radikal.

Mengakhiri statementnya Hasto Kuncoro mengatakan KAK yang merupakan kumpulan anak anak pejuang TNI di Kesatrian Jatingaleh Semarang, dibawah bimbingan Pembina Irjen Purnawirawan Eko Hadi Sutedjo mengajak seluruh komponen anak bangsa , tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Landasan ideologi KAK adalah Pancasila , UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Toleransi antar umat beragama kami junjung tinggi. Jangan mau kita di obok obok pihak yg memang menginginkan hancurnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hasto mengingatkan ada pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara  maju dan kuat, dengan cara merusak persatuan dan kesatuan bangsa.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

BRI Terlibat Ungkap Kejahatan Perbankan

Selasa, 29 November 2022 | 07:09 WIB

Gadis 15 Tahun Disekap Duda Biadab Selama 3 Bulan

Senin, 28 November 2022 | 13:25 WIB
X