• Sabtu, 20 Agustus 2022

Juniver: WanaArtha Pastikan Lakukan Perlawanan Hukum Perjuangkan Hak Pemegang Polis

- Selasa, 10 November 2020 | 16:39 WIB
Juniver Girsang (kanan) yang juga Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia menyampaikan komitmennya mengupayakan perjuangan kembali hak-hak Pemegang Polis (PP) atas putusan PN Jakarta Pusat dalam amarnya yakni perampasan Sub Rekening Efek (SRE) oleh negara (ist)
Juniver Girsang (kanan) yang juga Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia menyampaikan komitmennya mengupayakan perjuangan kembali hak-hak Pemegang Polis (PP) atas putusan PN Jakarta Pusat dalam amarnya yakni perampasan Sub Rekening Efek (SRE) oleh negara (ist)

JAKARTA: Kuasa Hukum PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha, Juniver Girsang memastikan manajemen WanaArtha Life menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan kembali hak-hak Pemegang Polis (PP) atas putusan PN Jakarta Pusat dalam amarnya yakni perampasan Sub Rekening Efek (SRE) oleh negara.

Perlawanan hukum Juniver dari Firma Hukum Juniver Girsang dan rekan akan dilayangkan karena menganggap putusan Hakim PN JakPus tidak dapat memberikan rasa keadilan bagi 26 Ribu Pemegang Polis yang tersebar seluruh Nusantara.

"Perusahaan akan tetap memperjuangkan hak-hak Pemegang Polis yang turut tersita dalam rekening efek karena sama sekali tidak terlibat dengan kejahatan terdakwa dan juga bukan milik terdakwa," kata Juniver Girsang, Selasa (10/11/2020) di Jakarta.

Menurut Juniver Girsang, peristiwa yang menimpa WanaArtha Life adalah kejadian tidak terduga dan di luar kendali manajemen.

Dia menegaskan, aset-aset WanaArtha Life tidak layak untuk dilakukan pemblokiran dan/atau penyitaan dalam tindak pidana korupsi Jiwasraya dikarenakan sumber dananya berasal pure dari premi nasabah.

"Pembelian saham, reksadana, dan obligasi merupakan transaksi bisnis murni dalam rangka investasi yang dilakukan oleh PT AJ Adisarana sebagai investor," Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia ini.

Kata Juniver, pengelolaan atau penempatan investasi merupakan transaksi murni yang dilandasi oleh itikad baik bahwa objek yang diperjualbelikan bukan berasal dari hasil tindak pidana yang berkaitan dengan PT Asuransi Jiwasraya atau terdakwa Benny Tjokrosaputro atau terdakwa Heru Hidayat serta terdakwa-terdakwa lainnya.

"PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha bukanlah nominee dari atau yang ditunjuk oleh terdakwa Benny Tjokrosaputro dan terdakwa Heru Hidayat serta terdakwa-terdakwa lainnya, sehingga hal tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana ditentukan dalam pasal 39 ayat 1 KUHP," ucapnya.

Juniver meyakini kebenaran selalu datang di akhir. Diharapkan hal tersebut dapat terwujud dan keadilan sejati dari hak asasi Pemegang Polis dapat dipenuhi.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X