• Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasabah WanaArtha Sambangi Istana: Minta Jokowi Lepas Sita Tersandera Jiwasraya

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:49 WIB
Aksi demo simpatik ratusan Nasabah WanaArtha kembali dilakukan jelang putusan atas kasus Jiwasraya di PN Jakpus yang menyandera hak-hak Pemegang Polis WanaArtha Life. Nasabah menyambangi Istana Bogor meminta Presiden Jokowi turun membantu penyelesaian rakyat, audiensi dengan Ketua Komisi Yudisial dan menyampaikan surat perlindungan politik kepada Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yabg sebagian besar adalah simpatisannya (Ist)
Aksi demo simpatik ratusan Nasabah WanaArtha kembali dilakukan jelang putusan atas kasus Jiwasraya di PN Jakpus yang menyandera hak-hak Pemegang Polis WanaArtha Life. Nasabah menyambangi Istana Bogor meminta Presiden Jokowi turun membantu penyelesaian rakyat, audiensi dengan Ketua Komisi Yudisial dan menyampaikan surat perlindungan politik kepada Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yabg sebagian besar adalah simpatisannya (Ist)

JAKARTA: Perwakilan Pemegang Polis WanaArtha Life mendatangi gedung Komisi Yudisial untuk meminta bantuan penyelamatan aset 26 ribu nasabah senilai lebih dari 4 Triliun yang tersandera kasus Tindak Pidana Korupsi Jiwasraya.

Menurut Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, Komisi Yudisial tidak dapat mencampuri atau mengintervensi hakim dalam memutus sebuah perkara namun bisa mengawasi dan memantau jalannya persidangan dan perilaku hakim apakah sudah sesuai dengan pedoman perilaku hakim.

"Komisi Yudisial tidak dapat mencampuri, memengaruhi atau melakukan intervensi terhadap keputusan hakim dalam sebuah perkara," ungkap Jaja ketika menerima perwakilan nasabah WanaArtha di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Dijelaskannya meskipun tidak dapat mencampuri independensi majelis hakim dalam memutuskan persidangan tapi pihaknya akan mengirim surat kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam menangani kasus Tipikor Jiwasraya dengan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat dalam hal ini ribuan nasabah WanaArtha karena tersandera penyitaan Kejagung.

"Ya kami akan secepatnya menyurati Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar dalam menangani perkara Tindak Pidana Korupsi Jiwasraya harus juga memerhatikan rasa keadilan masyarakat karena sejatinya putusan hakim adalah menjadi cerminan keadilan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Samsuga Sofyan salah seorang perwakilan Pemegang Polis WanaArtha Life bersama ratusan nasabah berusaha mendatangi kediaman Presiden Jokowi di Istana Bogor meminta untuk membantu mereka, rakyat yang juga memilih dirinya mulai dari Walikota Solo, Gubernur DKI hingga Presiden RI selama dua periode agar juga ada kemauan politik membuka aset WanaArtha yang 75 persen adalah aset para nasabah yang dilindungi konstitusi dalam bentuk kepemilikan polis dan tidak terkait dengan korupsi Jiwasraya yang menyandera mereka.

"Kami para Pemegang Polis lebih dari 26 ribu nasabah memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk membuka aset WanaArtha yang dijadikan barang bukti dalam korupsi Jiwasraya. Karena yang nasabah tahu bahwa mereka hanya melakukan investasi sesuai ajakan Pemerintah untuk membangun negeri dengan berasuransi terutama asuransi lokal dan terpercaya yang diawasi dan dilindungi OJK. Jadi ketika kami sebagai warga negara yang patuh kepada pemimpin untuk berkontribusi bagi kemajuan negerinya lalu tiba-tiba ada masalah penyitaan yang berakibat hak manfaat nilai polis tidak bisa diambil atau dicairkan oleh nasabahnya sendiri. Kepada siapa kami harus mengadu kalau bukan kepada pemimpin naaional yakni Presiden Jokowi pilihan rakyat," ujar Samsuga.

Dia menyebut, Presiden Joko Widodo jika ada kemauan politik tinggi dan concern terhadap penuntasan masalah nasabah WanaArtha Life, mantan Gubernur DKI ini sangat memungkinkan mempertemukan Jaksa Agung, Ketua OJK, Ketua PPATK yang juga melibatkan Komisi III dan Komisi XI dalam rapat gabungan DPR RI, agar terang benderang, bisa cepat selesai, dan tidak menjadi beban sejarah terhadap kepercayaan rakyat kepada negara dalam investasi di asuransi akibat penegakan hukum yang serampangan dan tidak berkeadilan ini.

Drs Wahjudi, Akt, nasabah WanaArtha Life yang telah bergabung selama 26 tahun ini meyakini aset milik nasabah tersebut tidak ada kaitannya dengan Tindak Pidana Korupsi Asuransi Jiwasraya. Makanya sebagai rakyat karena terjadi ada dugaan abuse off power tentu nasabah WanaArtha Life pun berhak melapor kepada pemimpinnya yang bisa dipercaya untuk menuntaskan masalah WanaArtha agar legacy baik Presiden Jokowi terus terpelihara dan menjadi kenangan bahagia bagi ribuan nasabah dan keluarga.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X