• Sabtu, 20 Agustus 2022

Forkapasi WanaArtha :Tidak Ada Gagal Bayar Sejak Oktober 2019. Jampidsus Zonk!

- Senin, 28 September 2020 | 23:49 WIB

JAKARTA: Aneh bin ajaib, tiga kata tersebut mungkin dapat melukiskan kebingungan yang dialami manajemen WanaArtha, tenaga pemasar PT Adisarana WanaArtha (WanaArtha Life) dan pemegang polis WanaArtha.

Pasalnya, tanpa dilengkapi data komprehensif, Jampidsus Ali Mukartono pada tanggal 18 Februari 2020 menyatakan WanaArtha Life gagal bayar sejak Oktober 2019. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan WanaArtha sedang tidak dalam sanksi apapun alias sehat.

"Kami bingung dan menuntut pertanggungjawaban dari dasar mana Jampidsus Ali Mukartono bisa menyatakan bahwa WanaArtha gagal bayar sejak Oktober 2019. Bisa jadi Pak Ali mendapatkan informasi dari staffnya tidak akurat sehingga kami perlu meluruskan hal tersebut," kata Afrida Ariestuti selaku tenaga pemasar yang sudah bergabung 13 tahun bersama WanaArtha dan pengurus Forkapasi, Selasa (29/9/2020).

Jampidsus Ali Mukartono, kata Afrida, perlu mengetahui bahwa perusahaan baru menunda pembayaran klaimnya sejak manajemen WanaArtha Life mengeluarkan surat mengenai pemblokiran rekening efek kepada para Pemegang Polis pada tanggal 12 Februari 2020 dengan No. 019/BOD/WAL/II/2020.

"Bahkan klaim kematian produk Wana Multi Protector Syariah pada November 2019 yang dimiliki oleh Pemegang Polis atas nama Debby asal Surabaya, Jawa Timur, sudah dibayarkan perusahaan," ucapnya.

Wahjudi sebagai nasabah WanaArtha Life sejak 25 tahun lalu juga menegaskan bahwa selama dirinya mengikuti program asuransi di WanaArtha Life, tidak pernah sekalipun perusahan asuransi nasional tersebut terlambat membayarkan klaim sampai dengan adanya pemberitahuan pemblokiran pada Februari 2020 lalu.

"Apa yang disampaikan Jampidsus sama sekali tidak benar. Kami masih dibayar kok bilangnya gagal bayar," ucapnya.

Pernyataan Wahjudi diamini Elisar Aryo pemegang polis dari Palu, Sulawesi. Ia berkata, klaim asuransi Wanabright Link pada bulan November 2019 juga sudah diterima olehnya.

"Jadi sudah jelas bahwa satu-satunya penyebab penundaan pembayaran klaim para Pemegang Polis adalah pemblokiran seluruh rekening efek WanaArtha Life yang dilakukan Kejaksaan Agung," ujarnya.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X