KPK Cari Tahu Hasil Cuci Uang Sawit Nurhadi

- Sabtu, 26 September 2020 | 17:43 WIB
tersangka Nurhadi
tersangka Nurhadi

JAKARTA: Penyidik KPK saat ini tengah mencari tahu penggunaan uang dari hasil usaha perkebunan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, milik eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Sebab, ada dugaan kuat kebun kelapa sawit itu hasil tindak pidana suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh Nurhadi.

“Penyidik melakukan pendalaman aliran uang dilakukan dengan memeriksa dua orang saksi dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), Jumadi dan Hilman Lubis. Penyidik menggali pengetahuan kedua saksi tersebut mengenai dugaan aliran dana dari hasil perkebunan kebun sawit yang dinikmati oleh tersangka Nurhadi dan pihak-pihak lainnya," ungkap Plt Jubir  KPK, Ali Fikri, Sabtu (26/9/2020).

Nurhadi disebut menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto serta suap/gratifikasi dengan total Rp46 miliar dalam kasus dugaan suap/gratifikasi di lingkungan MA pada tahun 2011-2016.

Berkas kasusnya sendiri akan dilimpahkan penyidik ke penuntut umum atau tahap Idua pada pekan depan. Setelah dilimpahkan lagi ke Pengadilan Tipikor Jakarta, maka persidangan kasus tersebut bakal digelar dalam waktu tidak lama lagi.

Penyidik KPK menduga Nurhadi telah mengumpulkan harta puluhan miliaran rupiah dari kejahatan yang dilakukannya dan menyembunyikan hartanya melalui istri, anak, menantu dan orang kepercayaannya. Salah satu aset hasil tindak pidana adalah lahan kelapa sawit yang telah disita penyidik seluas 530,8 hektare dan 33 ribu meter persegi di Padang Lawas.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango  menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan gelar perkara atau ekspose terhadap sangkaan TPPU tersebut. "Sudah pernah ada ekspose, tinggal nunggu saja," kata Nawawi.

KPK sebelumnya melakukan penyitaan aset berupa lahan kebun sawit yang diduga milik bekas Sekretaris MA di Sumatera Utara. Kebun sawit yang disita itu seluas 33.000 m2 terletak di Desa Padang Bulu Lama, Kecamatan Barumun Selatan, Padang Lawas Sumut. Selain itu,  KPK menyita uang tunai sebesar Rp 100 juta diduga merupakan hasil dari pengelolaan kebun sawit tersebut. Selain itu, penyidik KPK juga melakukan penyitaan sejumlah aset milik Nurhadi mulai dari villa yang terletak di Bogor hingga kebun sawit seluas 530,8 hektare di Sumatera Utara.

Penyidik KPK telah menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya dijerat sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar, terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait dengan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) pada 2010.

KPK menangkap Nurhadi dan Rezky Herbiyono yang sempat buron selama empat bulan  di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra Soenjoto belum juga tertangkap. Pengusaha yang sebelumnya dibelit berbagai kasus pidana umum itu tak kunjung terendus di mana tempat persembunyiannya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Advokat Adukan Majelis Hakim PTUN Serang ke MA dan KY

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:51 WIB
X