Aktivitas PT Vektor Utama Indonesia Rusak Cabe, Petani Minta Ganti Rugi 10 Juta

- Sabtu, 25 Maret 2023 | 18:33 WIB
Mediasi petani Desa Maluk,  Sumbawa Barat dengan PT Vektor Utama Indonesia.   (Suara Karya/Istimewa)
Mediasi petani Desa Maluk, Sumbawa Barat dengan PT Vektor Utama Indonesia. (Suara Karya/Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Aktifitas sanblasting yamg selama ini dilakukan  PT Vector Utama Indonesia Sumbawa Barat,  Nusa Tenggara Barat mengakibatkan sejumlah tanaman sayur khususnya cabe milik petani setempat bernama Tarminah tiba-tiba mati atau rusak.

Karena itu Tarminah mengadukan masalahnya ke Polres Sumbawa Barat melalui Bhabinkamtibmas Desa Maluk Polsek Maluk Polres Sumbawa Barat. Tarminah meminta perusahaan tersebut untuk menghentikan aktivitasnya dan mengganti rugi kerugian hasil usaha taninya. 

Menindaklanjuti persoalan tersebut,  Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin S.IK.MIP melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi, S.Sos dalam siaran persnya diterima Sabtu (25/3/2023) mengatakan, pihaknya melakukan mediasidi kantor Desa Maluk Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat,dengan dihadiri PS. Panit 1 Binmas Polsek Maluk, Babinsa Desa Maluk dan Kepala Desa Maluk.

 

Baca Juga: Pembakaran Hotel di Lotim, Pengusaha Rugi 10 Miliar

"Warga bernama Ibu Tarminah tanaman cabainya mati atau rusak diduga akibat aktifitas sanblasting PT Vector. Sehingga Ibu Tarminah melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Maluk untuk dilakukan penyelesaian tersebut, " kata Kasi Humas IPDA Edy Soebandi.  

 

Baca Juga: Minta Ganti Rugi Rp100 M, Mahasiswa Calon Apoteker Gugat Panitia Nasional Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia

Lanjut eddy, kedua pihak yang tengah bersengketa  dipertemukan di kantor desa Maluk untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dari pertemuan tersebut disepakati kedua belah pihak bahwa permintaan tuntutan ganti rugi setengah tanaman pohon cabai yang rusak/mati sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) secara tunai.

"Apabila PT Vector Utama Indonesia belum memperbaiki workshop sanblasting, maka apabila ada hal yang sama maka akan menjadi tanggung jawab penuh pihak perusahaan kepada petani yang terdampak disekitar. Dan apabila perusahaan sudah melakukan desain yang di maksud maka apabila ada kejadian yang sama bukan lagi menjadi tanggung jawab pihak perusahaan apabila ada kerusakan tanaman petani di sekitar," jelasnya

Eddy mengatakan,apabila di kemudian hari ada kejadian yang sama maka PT Vector akan meminta uji lab dari tanaman yang rusak tersebut. Dari pertemuan kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan berjalan aman dan lancar. ***

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X