• Selasa, 25 Januari 2022

Besok, Grand Opening Pameran Lukisan “Old Master” Fitrajaya Nusananta

- Jumat, 7 Januari 2022 | 13:26 WIB
Grand Opening pameran pelukis Fitrajaya Nusananta dilakukan besok, Sabtu (8/1/2022)
Grand Opening pameran pelukis Fitrajaya Nusananta dilakukan besok, Sabtu (8/1/2022)

JAKARTA: Pelukis Fitrajaya Nusananta, seperti memutar jarum jam di Kunstkring Gallery, Menteng Jakarta Pusat. Gallery yang di tahun 1930 pernah memamerkan karya-karya besar lelukis dunia, kini seolah dihadirkan kembali oleh Fitra dalam pameran lukisan bertajuk “Memoir of the Old Master”.

Grand Opening pameran dilakukan besok, Sabtu (8/1/2022). “Para kolektor sudah tak sabar menanti acara besok. Tiga dari lima duta besar juga sudah konfirmasi akan hadir,” ujar Maya Urbach, penyelenggara event pameran itu kepada wartawan, hari ini (7/1/2022).

Pameran ini terselenggara berkat kerjasama Gallery Soekarno-Hatta Blitar dan Kunstkring Gallery, Jakarta. Owner Gallery Soekarno-Hatta, Andreas Gunawan mengaku sangat gembira bisa memamerkan karya-karya Fitra di Kunstkring.

“Bisa memamerkan karya Fitrajaya di Kunstkring adalah impian yang menjadi kenyataan. Tema dan tempat pameran sangat sesuai. Fitra mengusung judul ‘Memoir of the Old Master’, di galeri Kunstkring yang memang merepresentasikan kebangkitan seni rupa modern pada masanya,” tutur Andreas.

Ia lalu mengilas balik ihwal kejayaan seni masa lampau yang masih tertoreh di sudut-sudut bangunan Kunstkring. Bahkan, pada tahun 30-an, Kunstkring menyuguhkan karya pelukis dunia, seperti Pablo Picasso, Marc Chagall, Paul Gauguin, dan Vincent van Gogh. “Nah, aura itu kali ini dihadirkan kembali oleh Fitrajaya,” ujar Andreas.

Sementara itu, kurator Merwan Yusuf tak bisa menyembunyikan kekagumannya atas karya-karya Fitrajaya Nusananta. Merwan bahkan menyebutnya sebagai “kegilaan”. “Ini ide ‘gila’. Belum ada pelukis yang memiliki ide seperti ini. Fitra menghadirkan sosok-sosok pelukis besar dunia ke dalam kanvas. Ia menghadirkan selebritis dan tokoh politik dunia masa lalu, ke dalam coretan seni rupa kontemporer. Mereka dibiarkan berdialog di dalam kanvas itu. Ini sangat dahsyat,” ujar Mirwan Yusuf.

Kurator yang meraih gelar “Master of Fine Art” dari lembaga pendidikan di Perancis, itu menambahkan, lukisan-lukisan “Old Master” dan selebritis dunia memenuhi kanvas lebar Fitra. Mereka semua (para tokoh itu) berasal dari berbagai tempat, waktu dan style yang mewakili zamannya. 

“Ada warna Renaissance, modern, dan seni kontemporer. Demikian juga dengan aliran lukisan klasik, romantisme, ekspresionisme, primitivisme, pop art, graffiti, dan lain-lain. Dan para pelukis dunia yang menjadi inspirasi berkarya Fitrajaya, berasal dari Eropa dan Amerika. Di pameran ini, kita bisa merasakan kehadiran sosok sosok seperti Michelangelo, Leonardo Da Vinci, Picasso, Klimt, Basquiat, dan lain-lain. Ini sungguh pameran istimewa,” ujarnya. 

Lebih jauh Merwan mengatakan, para tokoh dan aliran tadi, oleh Fitra diambil hanya sebagai idiom ungkap visual. Dengan kata lain, para “old master” tadi dijadikannya sarana berkomunikasi dengan publik tentang cinta, politik, moral, dan lain sebagainya. “Di situ kitab isa menyaksikan keunikan ide dan imaginasi seniman dalam mencari sumber kreatifitas serta meracik temuan hasil pengembaraannya di wilayah seni rupa,” ujar Merwan. 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X