• Selasa, 25 Januari 2022

Kerusuhan Konser Metallica  Menginpirasi Meita Kasim  Lahirkan Novel Fiksi "Out Of Order"

- Kamis, 6 Januari 2022 | 21:49 WIB
Penyiar Meita Kasim ( baju putih kedua dari kiri) fose bersama sahabat-sahabatnya selebum peluncuran  novel dan talkshow di M Bloc Space Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022).
Penyiar Meita Kasim ( baju putih kedua dari kiri) fose bersama sahabat-sahabatnya selebum peluncuran novel dan talkshow di M Bloc Space Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022).

JAKARTA: Lama menghilang dari dunia penyiaran di Jakarta dan Bali, Meita Kasim dan keluarganya yang kini tinggal  di Wina, Austria ternyata tetap bekerja keras mewujudkan impiannya.

Selama empat tahun terakhir, Meita Kasim menyusun novel fiksi dengan judul Out Of Order  yang diluncurkan di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022).

Novel Out Of Order dengan tajuk  "The Tales  Of The Urban Misfits" setebal 334 halaman ditulis dengan bahasa Inggris ringan. Menurut Meita, novel fiksi itu diinspirasi tragedi kerusuhan konser Metallica di Stadion Lebakbulus 1993.

Novel ini adalah karya pertama dari serial The Tales Of The Urban Misfits. Meita Kasim yang pernah beken namanya sebagai penyiar radio Hard Rock  FM Jakarta dan Bali berharap karyanya dapat dibaca dan  digemari  anak-anak muda dan generasi milineal  khususnya para penikmat musik punk di Indonesia.

" Novel Our Of Order yang saya tulis ini dibuka dengan kerusuhan konser Metallica di tahun 1993. Lalu tokoh Sigi, siswa sekolah menengah  yang diam-diam membentuk grup band alternatif  bernama Wanderlust yang beranggotakan semua perempuan yang kala itu sangat tidak lazim di kancah  musik underground dan menjadi penyiar di sebuah radio swasta," ujar Meita.

Novel itu berlanjut dengan sebuah konflik rahasia yang terjadi antara Sigi dan pacarnya.Konflik  yang ada di Bab 14 ini, menyebabkan terjadinya  perubahan yang signifikan pada diri Sigi.

Kemudian pembaca akan dibawa masuk ke dalam dunia Sigi  berkenalan dengan keluarganya, personil  band Wanderlust, rekan-rekan penyiar di radio  PV. Hadir pula beberapa tokoh pria yang besar pengaruhnya pada Sigi.

Tentu saja teman-teman sekolahnya, dan juga teman-teman baru dari komunitas the Young Offender yang beranggotakan para personil band-band dan penikmat musik alternatif yang pertama di Indonesia.

"Karya novel  edisi pertama ini dicetak 200  eksemplar. Saya berharap karya ini bisa digemari masyarakat, khususnya anak-anak muda," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

X