Tol Laut Ternak Diminta Dikembangkan, Masyarakat NTT Sudah Rasakan Manfaatnya

- Jumat, 3 Februari 2023 | 14:29 WIB
kapal pengangkut ternak di Tol Laut
kapal pengangkut ternak di Tol Laut

 

SUARAKARYA.ID: Tol laut ternak sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh peternak di NTT. Namun masih perlu ditingkatkan sehingga tidak hanya jelang Idul Adha saja dimaksimalkan. Melainkan sepanjang tahun 2023.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen  Hubla Kemenhub, Capt Hendri Ginting, mengatakan hal itu, Jumat (3/2/2023). Dia menilai apabila tol laut ternak dikelola maksimal oleh semua pihak terkait, maka bakal semakin banyak diraih manfaatnya.

Sebagaimana diketahui, awal tahun anggaran 2023, dilaksanakan Tol Laut Ternak  dengan pelepasan pelayaran perdana kapal angkutan khusus ternak melayani trayek RT-2 KM Camara Nusantara 2. Rute ini memiliki pelabuhan pangkalan di Kupang dengan rute pelayanan Kupang – Wini - Atapupu - Tanjung Priok/ Banjarmasin/ Samarinda - Kupang, Selasa (31/1/2023)

Capt Hendri Ginting  mengajak semua pihak untuk berkolaborasi guna mengoptimalkan layanan penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik angkutan khusus ternak sepanjang tahun 2023. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur sendiri, katanya, mengapresiasi dan berterima kasih atas program kapal ternak yang kehadirannya telah memberikan manfaat dan perubahan terhadap pengusaha ternak sapi yang ada di NTT.

Baca Juga: Kemenhub Lepaskan Pelayaran Perdana Trayek Tol Laut T-30 di Surabaya

Dia kemudian mengajak seluruh pihak memanfaatkan kapal khusus ternak untuk mengangkut muatan balik dari pelabuhan bongkar, karena kapal khusus ternak ini juga memiliki ruang muat dengan kapasitas 150 ton.

"Pihak Pemda berharap agar armada kapal ternak di tambah lagi, begitu juga PT. Pelindo cabang Kupang telah berkomitmen untuk selalu mendukung program-program Kementerian Perhubungan," ujarnya.

KM Camara Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Wirayuda Maritim direncanakan berlayar dari pelabuhan pangkal Kupang pada hari ini dengan mengangkut 550 ekor sapi milik 12 pelaku usaha dengan tujuan pelabuhan bongkar Samarinda.

"550 ekor adalah muatan maksimum muatan ternak, tidak boleh lebih atau overload. Saya menghimbau  ABK untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan situasi dan kondisi cuaca di laut," ujarnya.

Baca Juga: Kemenhub Tingkatkan Pelayanan Angkutan Kapal Perintis, Tol Laut dan Kapal Ternak

Capt Hendri berharap pelepasan perdana kapal khusus ternak KM. Camara Nusantara 2 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, dan dapat dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan utamanya pada masyarakat di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia menegaskan bahwa transportasi laut memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam menunjang pembangunan nasional, khususnya untuk wilayah Timur Indonesia yang sangat membutuhkan transportasi laut penumpang, barang dan ternak.

Terkait dengan hal ini, maka pemerintah terus berupaya melakukan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut agar tercipta transportasi laut yang tertib, teratur, aman dan lancar dengan biaya yang terjangkau guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan kemudahan transportasi laut untuk distribusi penumpang, barang dan ternak.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X