• Selasa, 31 Januari 2023

Menembus Pasar Internasional, Aroma Green Bean Kopi Sipirok Asal Tapanuli Selatan Binaan PLN Mendunia

- Minggu, 4 Desember 2022 | 06:00 WIB
Foto: Humas PLN
Foto: Humas PLN

SUARAKARYA.ID: Kopi dataran tinggi Sumatera telah lama dikenal para penikmat kopi tanah air dengan cita rasa khasnya. Salah satu yang kini turut popular dan mendunia adalah Kopi Sipirok, brand kopi dari Tapanuli Selatan.  

Perjalanan Kopi Sipirok yang merujuk pada nama ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, berawal dari inisiatif para petani lokal lewat Kelompok Tani Kopi Sipirok Maju Jaya. Memanfaatkan momentum tren kopi yang berkembang di tanah air, kelompok tani ini lalu membuat usaha dagang MJ Coffee dengan mengusung brand Kopi Sipirok.

Pimpinan MJ Coffee, Nanang, mengisahkan perjalanan panjang usaha mereka yang akhirnya mendapat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero). Momen yang meningkatkan kemampuan MJ Coffee untuk masuk ke pasar internasional dan berhasil meningkatkan produksi mereka hingga 5 kali lipat.

Baca Juga: Aplikasi PLN Mobile Punya Banyak Fitur Canggih, Diunduh Lebih 35 Juta Pengguna

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN, bantuan ini benar-benar bermanfaat dalam peningkatan produksi kopi kami. Kami juga berhasil membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat yang ada di sekitar usaha kami. Kami berupaya terus meningkatkan jumlah produksi untuk ekspor Kopi Sipirok ke pasar Internasional,” ujar Nanang.

Ia mengenang beragam hambatan yang dirasakan saat baru merintis usaha. Termasuk dalam teknik pengeringan biji kopi di tengah musim hujan dan kondisi tanah perkebunan yang mengalami erosi.

Dengan dukungan dan pendampingan PLN lewat Rumah BUMN Padang Sidempuan, kelompok tani ini dibekali dengan peralatan produksi, pelatihan manajemen modern untuk Usaha Mikro Kecil Menengah, dan pemasaran digital, hingga beragam dukungan lain, salah satunya dengan pembangunan green house.

Baca Juga: Lirik Lagu Mengapa Kita #Terlanjur Mencinta - Lyodra Ginting ... Kau Membuat Semuanya Indah

Pembangunan green house ini oleh Nanang disebut mengatasi salah satu kendala terbesar mereka yaitu pengeringan biji kopi. Hasilnya, produktivitas kelompok tani pun meningkat dengan kemampuan pengeringan biji kopi mencapai 1 ton per bulannya, 5 kali lipat dari kapasitas sebelumnya 200 kg per bulan yang dikelola secara tradisional.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stabilkan Harga Beras, Bulog NTB Gelar SPHP

Senin, 30 Januari 2023 | 12:40 WIB
X