Antisipasi Dampak Pemanasan Global, Kementan Ajak Petani Millenial Optimalkan Genta Organik

- Sabtu, 26 November 2022 | 22:26 WIB
Kementan ajak gencarkan Genta Organik (Ist)
Kementan ajak gencarkan Genta Organik (Ist)

SUARAKARYA.ID: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta semua pihak yang terkait dengan sektor pertanian untuk bersiap menghadapi dampak pemanasan global agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga.

"Besok kita akan menghadapi krisis air, ada kemarau tanpa perkiraan. Besok di tengah banjir ada krisis air. Dua tahun pandemi kita lewati, taxi hari ini dan besok tantangan sangat besar," kata Mentan Syahrul

Lebih lanjut Mentan Syahrul menerangkan bahwa negara-negara lain sudah mempersiapkan sektor pertaniannya untuk menghadapi dampak pemanasan global. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan meningkatkan anggaran sektor pertanian untuk ketahanan pangan.

Baca Juga: Bendera LGBT Akhirnya Diizinkan Masuk Stadion Piala Dunia 2022

Mentan Syahrul memerintahkan jajarannya untuk membuat program baru yang khusus untuk menangani dampak pemanasan global terhadap sektor pertanian. "Besok harus ada program baru menghadapi krisis alam yang ada. Tegas Syahrul.

Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) merupakan suatu gerakan pertanian organik yang meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sebagai solusi terhadap masalah pupuk mahal.

Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas. "Belum lagi bahan baku seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya, jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat," jelas Mentan Syahrul.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022, Tuan Rumah Qatar Kandas

Untuk menggemakan program Genta Organik, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai unit pelaksanan Teknik Pendidikan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan Millenial Agriculture Forum (MAF) Goes to Campus Edisi 45 (26/11) yang melibatkan lebih dari 800 peserta baik yang tergabung secara offline maupun secara online.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stabilkan Harga Beras, Bulog NTB Gelar SPHP

Senin, 30 Januari 2023 | 12:40 WIB

INPP Optimis Pendapatan Perseroan Tumbuh 20-25 Persen

Jumat, 27 Januari 2023 | 09:18 WIB
X