Fungsionaris Golkar Hariara Tambunan Yakini Legacy Jokowi di KTT G20 Bali Bawa Pengaruh Ekonomi Sangat Berarti

- Senin, 14 November 2022 | 09:47 WIB
Fungsionaris Pusat Partai Golkar Hariara Tambunan meyakini legacy Presiden Jokowi di KTT G20 Bali membawa pengaruh sangat berarti bagi kepercayaan Indonesia sebagai negara besar (AG Sofyan )
Fungsionaris Pusat Partai Golkar Hariara Tambunan meyakini legacy Presiden Jokowi di KTT G20 Bali membawa pengaruh sangat berarti bagi kepercayaan Indonesia sebagai negara besar (AG Sofyan )
 SUARAKARYA.ID: Fungsionaris Pusat Partai Golkar Hariara Tambunan mengungkapkan, apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo yang terus berupaya keras untuk menyukseskan Pertemuan Pemimpin Dunia di G20 tersebut. Termasuk menyiapkan sejumlah fasilitas infrastruktur yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu di Provinsi Bali dan sekitarnya untuk mendukung penyelenggaraan event dunia tersebut.
 
Persiapan matang terus dilakukan pemerintah untuk menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022 di Bali. 
 
 
Presiden Joko Widodo sangat menaruh atensi khusus untuk kesuksesan acara tersebut. Maka tak salah Menteri Senior dan Menteri Kabinet Jokowi dipercaya Jokowi selalu diminta mengawal dan mengamankan setiap perhelatan dunia, terlebih sekelas KTT G20 ini.
 
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) mengajak segenap masyarakat untuk turut mendoakan kesuksesan Indonesia membawa forum KTT G20 bermanfaat bagi dunia.
 
 
"Kita harus yakin Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi dunia. Kita melihat ada harapan baru dengan dipegangnya Presidensi G20 oleh Indonesia. Percayalah Tuhan akan menyertai dan melindungi anak-anak bangsa yang ingin negaranya menjadi maju, makmur dan sejahtera," tegas Menko Marves LBP.
 
Untuk itu, sejumlah proyek besar telah diresmikan Kepala Negara misalnya pembangunan Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, akses jalan raya menuju tempat perhelatan G20, Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Waduk Muara Nusa dan pembangunan Waduk Muara Nusa.
 
 
Hariara Tambunan mengatakan 
sebagai tuan rumah, tentunya Indonesia memiliki peran penting di mata dunia. Sebab itu, dengan menyukseskan KTT G 20 diperlukan dukungan dari berbagai pihak. 
 
"Demi kelancaran dan kenyamanan para delegasi. G 20 jadi momen penting bagi Indonesia di masa mendatang. Saya sebagai Ketua Umum DPP Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), tentu memiliki kewajiban moral untuk ikut membantu pembina kita TNI AD dalam mensukseskan G20.
Sebagai penyelenggara tentunya harus melakukan kegiatan dengan aman dan sukses. Mengingat banyaknya kepala negara yang bersedia menghadiri acara G20 dan mempercayai Indonesia mampu menjadi Presidensi G20 tersebut," kata Tokoh Pemuda Nasional ini.
 
 
Kesuksesan KTT G20 di Indonesia juga menjadi harapan besar rakyat Indonesia dan masyarakat internasional.
 
Sejumlah kesepakatan penting tentunya akan dibahas para Pemimpin Negara dalam kesempatan itu. Terutama tentang isu global tentang krisis energi dan pangan yang melanda dunia akibat dampak perang Ukraina dan Rusia.
 
 
Indonesia kini menjadi perhatian dunia selama menggelar rangkaian G20 digelar. Termasuk sorotan dari media internasional yang akan gencar mengabarkan tentang pertemuan KTT G20.
 
"Momen KTT G20 membuktikan bahwa Indonesia juga memiliki peran utama, penting, dan strategis bagi dunia. Jadi termasuk pembangunan fasilitas untuk keamanan para tamu pun harus menjadi perhatian serius," tutur Wabendum DPP Partai Golkar ini.
 
 
Misalnya, kata dia, mulai dari persiapan dan penyambutan para tamu kehormatan negara di terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang diresmikan pada 8 November lalu.
 
Terminal VVIP yang diberi nama Kreta Bhawana Sanggraha tersebut bagian dari dukungan Kementerian PUPR untuk mempermudah penyambutan tamu-tamu negara KTT G20. 
 
 
Diresmikan Presiden Joko Widodo dan juga dihadiri para menteri. Diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, pembangunan Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dikebut, dimulai dikerjakan sejak tanggal kontrak 14 Maret 2022
 
Bangunan Terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri memiliki luas 1.713 meter persegi di atas lahan milik PT Angkasa Pura I. 
 
Bangunan gedung didesain dengan memadukan arsitektur kolonial dan ornamen kearifan lokal Bali.  
 
 
Konsep ini dipadukan dengan kerajinan khas Bali yang menghiasi bagian interior bangunan. Misalnya lukisan kamasan dan ukiran Astalla Padma Bhuana pada bagian plafon utama. 
 
Ada pula ukiran Bali Utara dan Singa Ambara Raja pada bagian pintu masuk utara.
 
"Bandara VVIP menjadi etalase utama. Sebagai tuan rumah selayaknya dapat meninggalkan kesan terbaik. Dengan menampilkan budaya kearifan lokal, diharapkan dapat memikat perhatian para tamu dunia," harap Ketua Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKI ini.
 
 
Persiapan lainnya juga dilakukan dengan penataan Mangrove Tahura yang rampung 100 persen. Siap menjadi venue showcase konservasi mangrove untuk tamu-tamu negara KTT G20.
 
Kawasan Konservasi Mangrove Tahura juga sudah tertata dengan baik. Hal itu sebagai komitmen Indonesia dalam menangani dampak perubahan iklim. 
 
"Saya menilai ada pesan penting untuk dunia dari Indonesia melalui KTT G20 termasuk tentang perubahan iklim yang menjadi concern penduduk planet bumi ini," tutur Hariara Tambunan.
 
 
Simbol Energi Terbarukan di KTT G 20 
 
Sementara itu, adanya  peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Muara Nusa oleh Menko Marves Luhut Binsar Lanjaitan juga disambut baik oleh publik.
 
Presiden Joko Widodo didampingi Menko Marves dan Menlu Retno Marsudi meresmikan sejumlah proyek besar pembangunan Terminal VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, akses jalan raya menuju tempat perhelatan G20, PLTS Terapung Waduk Muara Nusa dan Waduk Muara Nusa (AG Sofyan )
Kehadiran pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) dengan kapasitas 100 kilowatt-peak (KWP) ini akan turut mendukung keandalan pasokan listrik pada gelaran KTT G20.
Menurut Hariara, adanya pembangunan PLTS terapung ini merupakan wujud nyata Indonesia dalam transisi energi dengan gencar membangun pembangkit berbasis EBT. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon menuju net zero emission pada tahun 2060.
 
"Kehadiran PLTS Terapung Waduk Muara Nusa Dua bukan hanya sekadar showcase untuk KTT G20. Namun menjadi simbol menuju energi bersih dan terbarukan," ucap Hariara yang juga pengusaha energi ini. 
 
 
PLTS terapung ini dibangun di atas area seluas 0,35 hektare atau 1 persen dari luas Waduk Muara Nusa Dua.
 
PLTS yang terdiri dari 228 panel solarcell tersebut telah selesai dan berhasil diuji coba sejak awal Oktober melalui inovasi Smart Grid.
 
Inovasi tersebut merupakan salah satu program dari transformasi PLN yang menggunakan teknologi sistem digital untuk memonitor dan mengelola pasokan energi listrik sesuai dengan kebutuhan beban.***
 

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KemenPUPR Tangani Kerusakan Bendung Oesao, Kupang

Senin, 6 Februari 2023 | 06:11 WIB
X