Kemenperin Fasilitasi Pameran Mamin Terbesar, Dirjen Putu: Produktivitas dan Daya Saing Kunci Menangkan Pasar

- Selasa, 8 November 2022 | 00:07 WIB
Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika fasilitasi Pameran Mamin terbesar dalam Pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2022  dengan mendorong produktivitas dan daya saing sebagai kunci memenangkan pasar global (AG Sofyan )
Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika fasilitasi Pameran Mamin terbesar dalam Pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2022 dengan mendorong produktivitas dan daya saing sebagai kunci memenangkan pasar global (AG Sofyan )
 
 
SUARAKARYA.ID: Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyatakan Kemenperin akan terus fokus meningkatkan produktivitas dan daya saing industri makanan dan minuman (mamin).
 
Menurut Dirjen Putu, industri makanan dan minuman memberikan kontribusi paling besar untuk perekonomian Indonesia, yakni sebesar 38,38% pada triwulan II tahun 2022. 
 
 
"Data ekspor industri makanan Indonesia saat ini dinilai lebih bagus dibandingkan data sebelum pandemi Covid 19. Hal ini ditunjukkan oleh neraca perdagangan industri mamin yang mengalami surplus sebesar USD23,23 Miliar selama Januari hingga September 2022," ungkapnya kepada suarakarya.id di Jakarta, Senin (7/11/2022).
 
Untuk itu, kata Putu, Kemenperin komit untuk mendukung Pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2022 dan fasilitasi kepesertaan industri.
 
 
SIAL Interfood sendiri merupakan pameran terbesar mamin di Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 hingga 12 November 2022 mendatang di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
 
"Pameran tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pelaku industri mamin di Indonesia untuk memperluas pasar dan menjaring mitra bisnis baru untuk memperkuat posisinya di pasar global," tandas Dirjen Putu.
 
 
Putu kembali mengingatkan Pameran SIAL Interfood 2022 juga merupakan realisasi program Indonesia Spice Up the World" (ISUTW) yang diinisiasi pemerintah untuk memperkenalkan rempah-rempah Indonesia yang sudah terkenal sejak masa kolonial.
 
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor makanan dan minuman. Melalui program besar ISUTW, pemerintah berupaya meningkatkan teknologi pengolahan, inovasi dan promosi, seiring dengan upaya perbaikan tata kelola industri rempah. Karenanya, program ini perlu dukungan yang luar biasa dari semua pihak terkait," tutur Putu.
 
 
Kekayaan Rempah & Bumbu Masak 
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan bahwa ISUTW merupakan program kolaboratif semua pemangku kepentingan dalam mengangkat popularitas kekayaan rempah dan bumbu masak Indonesia. 
 
"Program ini dilatarbelakangi oleh meredupnya ketenaran bumbu masakan Indonesia dibandingkan bumbu masakan oriental, Thailand, dan Vietnam. Sehingga, ISUTW dirancang sebagai strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masak Indonesia di mancanegara, termasuk untuk mengembangkan jaringan restoran Indonesia di luar negeri," ungkap Dirjen Reni.
 
 
Dirjen Industri Agro, Putu Juli Ardika (kedua kiri) bersama Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita (kedua kanan), Ketum GAPMMI Adhi S. Lukman (kiri) serta CEO Krista Exhibitions, Daud Salim memberikan keterangan jelang penyelenggaraan SIAL Interfood di Jakarta (AG Sofyan )
Di samping itu, untuk memperluas pasar produk IKM, Dirjen IKMA melakukan fasilitasi kepesertaan IKM unggulan dalam berbagai pameran di dalam maupun luar negeri, salah satunya SIAL Interfood tersebut. 
 
Sebanyak 24 IKM makanan dan minuman termasuk rempah dan bumbu yang berasal dari beberapa kota, antara lain Jabodetabek, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Payakumbuh dan Lampung akan berpartisipasi dalam pameran ini.
 
 
Dari 24 IKM tersebut, 14 di antaranya merupakan industri pilihan yang memenangi program Indonesia Food Innovation (IFI) 2020 dan 2021 yang diselenggarakan Kemenperin. 
 
"Para IKM ini telah melalui proses kurasi ketat dan pendampingan dari Ditjen IKMA. Sedangkan 10 IKM lainnya merupakan peserta pendampingan dan sertifikasi Hazar Analysis and Critical Control Points (HACPP),"tutur Reni.
 
Sementara CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyampaikan bahwa SIAL Interfood 2022 akan diikuti oleh lebih dari 750 perusahaan berasal dari berbagai negara. 
 
 
Selain Amerika Serikat dan China, perusahaan asal Korea Selatan, Jepang, Jerman, Perancis, Belanda, dan 20 negara lainnya turut mengirim perwakilannya. 
 
Pameran SIAL Interfood 2022 dihelat bersamaan dengan Pameran F&B License Franchise, SeaFood Show of Asia dan INAShop Expo 2022. 
 
"Pada tahun 2019 perbandingan peserta lokal dan internasional 70:30. Namun, peserta lokal tahun ini meningkat, dengan perbandingan 82% lokal dan 18% dari internasional," pungkas Daud. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KemenPUPR Tangani Kerusakan Bendung Oesao, Kupang

Senin, 6 Februari 2023 | 06:11 WIB
X