Industri Ekspor Mebel Indonesia Masih Andalkan 20-25 Persen Bahan Baku dari Impor

- Jumat, 30 September 2022 | 07:12 WIB
Sejumlah stakeholder menghadiri FGD ketahanan bahan baku mebel dan kerajinan tangan di Solo (Endang Kusumastuti)
Sejumlah stakeholder menghadiri FGD ketahanan bahan baku mebel dan kerajinan tangan di Solo (Endang Kusumastuti)

Adi mengatakan jika Indonesia bisa memenuhi semua kebutuhan bahan baku mebel sendiri, daya saing yang dimiliki produk mebel Indonesia akan jauh lebih tinggi. Hal ini, menurutnya juga menjadi tantangan, tidak hanya pemenuhan impor saja tetapi juga mendorong kebutuhan bahan baku dari dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian RI Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan kementerian perindustrian akan membuat  pusat logistik untuk mendukung pemenuhan bahan baku lokal.

"Pusat logistik ini terpusat dan nantinya bisa dikelola konsorsium atau unit usaha atau koperasi seperti koperasi Himki. Akan kami upayakan sebagai offtaker untuk menjamin ketersediaan bahan baku,"  jelas Merrijantij.

Baca Juga: Bank DKI Jalin Kolaborasi Bank Pembangunan Daerah dengan Bank Maluku Malut

Adanya pusat logistik tersebut diharapkan juga bisa memangkas waktu penyediaan bahan baku. Sebab selama ini, saat PO (pesanan) datang dibutuhan waktu hingga  dua bulan untuk penyediaan bahan baku

"Pusat penyedia bahan baku bukan hanya untuk kayu tetapi juga rotan," ujarnya.

Pada acara FGD tersebut juga dihadiri Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Perhutani Endung Trihartaka, Ketua Tim Produk Kayu, Hutan dan Perkebunan, Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag Merry Astrid Indiasari, Asisten Direktur Pemasaran Inhutani Ghusviar Yasman, serta Ketua Presidum Indonesia Sawmill And Wood Working Association (ISWA) Wiradadi Soeprayogo. ***

 

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SDM Unggul Kunci Utama Pembangunan Pertanian

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:36 WIB
X