• Minggu, 27 November 2022

Perajin Tahu di Solo Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor

- Kamis, 29 September 2022 | 09:12 WIB
Perajin tahu di Krajan, Mojosongo, Solo terpaksa mengurangi ukuran produk menyusul kenaikan harga kedelai (Endang Kusumastuti)
Perajin tahu di Krajan, Mojosongo, Solo terpaksa mengurangi ukuran produk menyusul kenaikan harga kedelai (Endang Kusumastuti)

SUARAKARYA.ID: Perajin tahu di Krajan, Mojosongo, Kota Solo, Jawa Tengah, mengeluhkan kenaikan harga kedelai. Mereka terpaksa memperkecil ukuran produk tahu untuk menutup ongkos produksi.

"Kenaikan harga sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Sebelumnya hanya Rp10.700 per kilogram (kg), sekarang naik jadi Rp13.000 per kg," jelas salah satu perajin tahu, Wagiyem, Kamis (29/9/2022).

Menurut Wagiyem, pasca kenaikan harga BBM, harga kedelai impor yang menjadi bahan utama membuat tahu itu terus mengalami kenaikan. Dari semula Rp10.700 per kg, naik menjadi Rp12.000 per kg dan saat ini sudah mencapai Rp13.000 per kg.

Baca Juga: Menko Airlangga Raih Anugerah Tokoh Pemulihan Ekonomi Nasional, Penggerak Keberhasilan Program Kartu Prakerja

"Kalau untuk menaikkan harga jual susah juga, jadinya kami kurangi ukuran tahunya agar gak rugi," jelasnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan perajin tahu lainnya, Prihatin. Dia juga terpaksa mengurangi ukuran tahu produksinya, agar usahanya tidak gulung tikar.

"Ukuran dikecilkan ya biar pelanggan bisa tetap membeli," katanya.

Mereka berharap pemerintah segera menstabilkan harga kedelai impor sehingga produksi tahu bisa kembali normal.

Baca Juga: 35 Perempuan Mandiri Akan Iringi Iriana Jokowi di Parade Kebaya Peringati Hari Batik

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi 6 DPR RI Dorong Sektor UMKM Tingkatkan Ekspor

Sabtu, 26 November 2022 | 22:26 WIB
X