• Jumat, 7 Oktober 2022

Kinerja Keuangan Makin Kinclong, Jadi Nomor Wahid: Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1 Dorong UMKM Naik Kelas

- Jumat, 23 September 2022 | 16:13 WIB
Kinerja keuangan makin kinclong jadi nomor wahid, jajaran Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1 dorong UMKM naik kelas  (AG Sofyan )
Kinerja keuangan makin kinclong jadi nomor wahid, jajaran Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1 dorong UMKM naik kelas (AG Sofyan )
 
SUARAKARYA.ID: Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT. Pegadaian (Persero) Alim Sutiono mengapresiasi respon media terhadap perkembangan dan pencapaian kinerja Pegadaian, khususnya Wilayah VIII Jakarta 1 yang dia pimpin.
 
Diakui Alim Sutiono, berkat hubungan yang sinergis dengan media melalui forum media gathering yang digelar hingga dua kali ini, ternyata juga memberikan motivasi dan challenge bagi segenap jajaran Pegadaian, khususnya Wilayah VIII Jakarta 1 untuk memberikan.pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mencapai prestasi tertinggi.
 
 
Untuk itu, kata Alim, pihaknya kembali menggelar Media Gathering sekaligus diskusi  yang bertema “Strategi Pengembangan UMKM Naik Kelas serta Digitalisasi Informasi bersama Kanwil VIII Jakarta 1, di Jakarta, Kamis (22/9/2022).
 
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari PT Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 dalam menyikapi perkembangan UMKM di Indonesia serta digitalisasi informasi dan pencapaian Kanwil VIII dari awal tahun 2022 hingga sekarang. 
 
 
Sehingga hasil dari media gathering ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi stakeholder terkait perekonomian yang tumbuh dan bangkit. 
 
Narasumber yang hadir diantaranya Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT. Pegadaian Alim Sutiono, Deputy Bisnis Area Bekasi Tinggi Pardomuan, Deputy Bisnis Area Kramat Jati Alnafiah Alius, Deputy Bisnis Area Bogor Agus Riyadi, dan Deputy Bisnis Area Jatiwaringin Johannes Nanang Hartanto.
 
 
"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan media. Media gathering ini kami jadwalkan 3 kali setiap tahun, ini adalah gathering yang kedua. Media gathering ini adalah alat komunikasi kami yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi masyarakat. Kami menyadari media itu sangat membantu kami dalam menyambung ide-ide dan strategi Pegadaian untuk bisa menjangkau masyarakat. Melalui kegiatan ini pesan-pesan program Pegadaian wilayah kerja kami bisa  tersampaikan dengan baik," ungkap Alim Sutiono kepada wartawan di Jakarta.
 
Alim Sutiono menyebut Pasar UMKM terus berkembang. Ke depan pihaknya fokus untuk bagaimana UMKM menjadi naik kelas bersama Pegadaian
 
 
Seperti diketahui UMKM sudah sangat banyak tumbuh dan berkembang di negeri ini dan hal ini merupakan hal penting yang harus dikembangkan. 
 
Namun terjadinya pandemi ternyata banyak mengubah tatacara menjual dan mengembangkan UMKM, salah satunya kini pengembangan bisnis mereka melalui digital. 
 
"Melihat hal ini kami melalui Pegadaian tak ingin UMKM tidak berhasil. Jadikan Pegadaian sebagai solusi keuangan masyarakat, dimana jasanya mudah dan murah membantu masyarakat. Kami tak hanya menjual produk, kami juga mengajak berinvestasi sehingga masyarakat dapat memiliki aset bisa berupa emas. Maka kami terus melakukan pendampingan, yang kami lakukan adalah bagaimana mereka membuka usaha, mengelola keuangannya dan bagaimana mengelola produksinya yakni mulai dari pengemasan dan hingga pemasarannya. Kami tahu hal ini tidak mudah, pasti sulit, namun pandemi ini juga menunjukkan bahwa UMKM inilah yang sesungguhnya bisa diberdayakan untuk mendongrak perekonomian. Yang kami lakukan disini sangat sederhana, kami mengembangkan produk yang kita kenal, bagaimana kita bantu pengembangan produksi dan hingga bagaimana usahanya berjalan dengan baik," urainya. 
 
 
Lebih lanjut Alim Sutiono menjelaskan, Pegadaian bersama induk holding BRI, berharap semua kegiatan UMKM nasabah Pegadaian tumbuh makin besar dengan bersinergi melalui program yang bernama senyum ultra mikro. 
 
"Mengembangkan UMKM itu tidak mudah. Namun selama dikelola dengan baik dan benar Insyallah akan berhasil. Yang tidak berhasil dikelola itu biasanya yang tidak memiliki GCG. Kita telah membina cukup banyak warung tradisional untuk menjadi well manajemen," tegasnya. 
 
 
Genjot KUR Syariah 
 
Alim Sutiono mengaku bersyukur sekaligus bangga karena kinerja keuangan Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1 makin kinclong.
 
Ini ditunjukkan dengan capaian kinerja keuangan yang mampu menjadi nomor wahid di Indonesia sehingga makin kuat untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa naik kelas. 
 
Kinerja keuangan Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1, ungkap Alim, terus tumbuh dan  tercatat menjadi nomor 1 tertinggi secara nasional, pertumbuhan KCA mikro tercatat tumbuh 19 persen. Dari produk KCA, produk emas menjadi produk yang pertumbuhannya paling  tinggi di seluruh indonesia. 
 
 
Lebih lanjut, Alim menjelaskan tentang pengembangan modal yang telah dilakukan oleh Pegadaian adalah sesuai dengan arahan pemerintah.
 
Dia membeberkan saat ini penyaluran KUR Syariah Pegadaian Kanwil VIIl Jakarta 1, sudah mencapai hampir Rp 12 Miliar per September, yakni dengan penyaluran untuk areal Senen Rp 2.8 Miliar, areal Bogor Rp 4.5 Miliar, Areal Kramat Jati Rp 2.3 Miliar, Areal Jatiwaringin Rp 1.4 Miliar, dan Areal Bekasi Rp 1.2 Miliar. 
 
 
"Kami terus mengembangkan UMKM di masing-masing areal. Pegadaian membantu usaha rakyat dalam bentuk penyediaan KUR Syariah. Kami bina hingga UMKM ini bisa mendapatkan KUR. Dan seperti diketahui hasil survei telah menyatakan Senyum Ultra Mikro yang dijalankan sudah sangat tepat sasaran mencapai keinginan masyarakat. Saat ini jumlah nasabah yang tersalur oleh pegadaian telah lebih dari 5000 nasabah," ungkap Alim Sutiono
 
Bersama program UMKM naik kelas Pegadaian akan fokus melakukan pendampingan UMKM mulai dari bagaimana UMKM memulai usaha, hingga akhirnya dapat melakukan peminjaman di BRI. Karena dengan adanya holding di perusahaan Pegadaian inilah maka pendampingan yang  dilakukan akan lebih naik lagi, sehingga UMKM Pegadaian nantinya bakal naik kelas. 
 
 
"Di era digital ini kami juga menambahkan strategi pemasaran melalui sistem digital. Kalau ingin naik kelas maka UMKM harus dapat dikelola dengan baik, disiplin ikut mengikuti aturan pendampingan hingga hasil yang didapatkan oleh UMKM nanti dapat disimpan dalam bentuk lain misalnya dalam bentuk properti atau emas," ungkap Alim. 
 
Alim menyebut Pegadaian saat ini telah mendaftarkan lebih dari 8200 UMKM yang merupakan vendor dan mitra binaan Pegadaian ke dalam platform PaDip. PaDi atau Pasar Digital adalah sebuah platform digital oleh pemerintah yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna optimalisasi, akselerasi dan efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM.
 
 
Dalam kesempatan yang sama Deputi Bisnis Area Bekasi Tinggi Pardomuan mengatakan saat ini cakupan wilayah kerjanya adalah Kota bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang, dengan cakupan areal ini telah ada 80 outlet Pegadaian.
 
Deputi Bisnis Area Bekasi Tinggi Pardomuan menyebut kinerja produk Pegadaian areal Bekasi tercatat komposisi produk gadai mencapai 85 persen dan produk nongadai 15 persen (AG Sofyan )
 
"Saat ini kinerja produk Pegadaian areal Bekasi tercatat komposisi produk gadai mencapai 85 persen dan produk nongadai 15 persen. 
Sekarang di areal Bekasi khususnya wilayah industri, tampak mulai ramai dan aktifitas roda perekonomian mulai berjalan. Sehingga dampaknya ke Pegadaian menjadikan kinerja kami juga mulai naik. Sehingga kita harapkan semua masyarakat saat ini dapat kita layani. Dan kinerja areal Bekasi tumbuh meningkat," paparnya 
 
Sementara Deputi Bisnis Area Jatiwaringin Johannes Nanang Hartanto memaparkan capaian wilayah kerjanya yang mencakup sebagian Jakarta Timur, Kranji, dan sebagian Bekasi. 
 
 
Area Jati Waringin memang sebagai besar banyak yang berbisnis UMKM, dan terus bersinergi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan UMKM agar terus naik kelas. 
 
"Saat ini kinerja produk Pegadaian areal Jatiwaringin tercatat komposisi produk gadai mencapai 55 persen dan produk nongadai 45 persen," ungkapnya.
 
Hal yang sama juga dijelaskan Deputi Bisnis Area Kramat Jati Alnafiah Alius. 
 
 
"Saat ini di areal kami terdapat 11 cabang Pegadaian dan 70 areal unit kecil. Dalam pengembangannya Pegadaian Kramat Jati mengandalkan pasar dengan berkerjasama dengan Pemda, diantaranya dengan bagaimana menggerakkan Jakprenuer digital bisnis," ujar Alius.
 
Deputi Bisnis Area Jatiwaringin Johannes Nanang Hartanto memaparkan capaian wilker sebagianJakarta Timur, Kranji, dan sebagian Bekasi. Area Jatiwaringin sebagian besar banyak yang berbisnis UMKM, dan terus bersinergi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan UMKM agar cepat naik kelas (AG Sofyan )
 
"Kami fokus melakukan pendampingan kepada UMKM agar mereka naik kelas. Kami berikan pelatihan agar mereka paham bagaimana mengelola keuangan. Saat ini kinerja produk Pegadaian areal Kramat Jati tercatat komposisi produk gadai mencapai 85 persen dan produk nongadai 15 persen," imbuhnya.
 
 
Deputy Bisnis Area Bogor Agus Riyadi, memaparkan sesuai dengan karakteristik wilayah tentu UMKM menjadi sasaran produknya. Areal Bogor telah menyalurkan KUR kepada 631 UMKM. 
 
"Yang kami lakukan di areal Bogor adalah pendampingan berdasarkan cluster UMKM. Hal ini agar mereka bisa saling kenal antara pemasok dan pemasar sehingga dapat bersinergi.  Secara teritorial kami ada 13 cabang Pegadaian dan 101 outlet," pungkas Agus Riyadi. ***
 

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan langsung narasumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X