• Jumat, 7 Oktober 2022

Deny Hendrawati: Pengaturan Spin Off UUS Dapat Diserahkan kepada Bank Indonesia

- Sabtu, 17 September 2022 | 05:22 WIB
Deny Hendrawati  (Istimewa )
Deny Hendrawati (Istimewa )

SUARAKARYA.ID: Konsultan Keuangan Syariah Deny Hendrawati mengatakan Unit Usaha Syariah (UUS) tidak perlu khawatir jika belum mampu melakukan spin off hingga batas waktu yang ditentukan yakni tahun 2023.

“Pengaturan spin off (pemisahan aset dengan bank induk) karena memang begitulah ketentuannya menurut UU Perbakan Syariah Nomor 21 Tahun 2008, sehingga tidak perlu ada penghapusan ketentuan spin off,” kata Deny Hendrawati dalam diskusi terbatas di Jakarta , Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: Alhamdulillah! Uang Samin Yang Rusak Dimakan Rayap, Ditukar BI Meski Gak Semuanya

Dia menanggapi kekhawatiran para pimpinan Unit Usaha Syariah yang khawatir izin banknya dicabut lantaran tidak mampu melakukan spin off setelah diberi kesempatan selama 15 tahun menurut UU Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008.

Deny Hendrawati yang pernah memimpin bank syariah memahami betapa sulit melakukan pemisahan aset UUS dengan Bank Induknya dalam situasi ekonomi sulit.

Baca Juga: Gubernur BI Ingatkan Dampak Rembetan Penyesuaian Harga BBM Subsidi Yang Perlu Dijaga

Namun Deni ingat waktu melakukan IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Jakarta beberapa tahun lalu, sehingga menjadi Bank Syariah pertama yang melantai di Bursa Efek Jakarta dan mendapatkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Ia pun pernah diterpa isu hukum tetapi tidak terbukti.

Menurut Deny, menghapus pasal kewajiban spin off (pemisahan aset dengan bank induknya) jika modalnya sudah mencapai 50 persen, adalah kemunduran karena aturan itu justru dibangun untuk mendorong perkembangan bank syariah.

Oleh karena itu jika pada tahun 2023 tidak mampu spin off, maka tentu ada kebijakan Bank Indonesia untuk mengaturnya kembali dalam ketentuan teknis.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X