• Jumat, 9 Desember 2022

Teknologi CSA Kementan Tingkatkan Penggunaan Pupuk Alami Petani Pinrang

- Kamis, 15 September 2022 | 09:31 WIB
Progam CSA Kementan tingkatkan produktivitas pertanian (Ist)
Progam CSA Kementan tingkatkan produktivitas pertanian (Ist)

SUARAKARYA.ID: Salah satu instrumen penting program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) adalah mendorong peningkatan pertanian organik. Misalnya melalui Pelatihan Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas berbasis iklim di provinsi Sulawesi Selatan.

Selasa lalu, Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang menggelar kegiatan pelatihan (CSA) Program SIMURP Tahun Anggaran 2022. Pelatihan berlangsung di Desa Barang Palie Kecamatan Lanrisang, Selasa (13/09).

Kegiatan Pelatihan CSA ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang yang didampingi oleh Kepala Bidang Penyuluhan Syukur Tanri, Koordinator BPP, PPK, Petugas OPT Kecamatan Lanrisang, Penyuluh dan petani yang berada di Desa Barang Palie Kabupaten Pinrang.

Baca Juga: Diduga Ada Pembengkakan Anggaran, ISCW Bakal Lakukan Investigasi Pembatalan PSSI Menggelar Matchday di JIS

Baca Juga: Ketum Hipakad Hariara Tambunan Kecam Keras Effendi Simbolon, Minta Tarik Pernyataan Mendeskreditkan TNI

Andi Tjalo, dalam paparannya mengatakan bahwa petani harus siap menghadapi perubahan iklim yang terjadi akibat dari adanya pemanasan global yang terjadi hampir di seluruh dunia. Olehnya itu, perlu melakukan penguatan kapasitas SDM petani melalui kegiatan pelatihan.

"Sebagai upaya dalam menghadapi perubahan iklim akibat dari pemanasan global, maka perlu melakukan penguatan SDM melalui pelatihan-pelatihan agar wawasan petani bisa bertambah terutama tentang pembuatan pupuk organik," kata Andi Tjalo.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan CSA ini, didalamnya terdapat kegiatan pelatihan pupuk organik dan pestisida nabati termasuk rekomendasi penggunaan varietas yang bukan hanya berproduksi tinggi, tetapi juga rendah emisi untuk mengurangi pemanasan global

"Pada pelatihan ini, para petani akan diajarkan cara membuat pupuk organik yang bahan utamanya dari jerami. Jadi setelah melakukan panen, jeraminya tidak boleh lagi dibakar sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Top Lombok Timur, Miliki Samsat Perijinan Kapal Ikan

Jumat, 9 Desember 2022 | 08:46 WIB

SIG Raih Penghargaan BUMN Berprestasi

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:34 WIB
X