Airlangga: Ekonomi Tumbuh, Angka Kemiskinan dan Pengangguran Berkurang

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 18:49 WIB
Airlangga di Munas I Japnas: Ekonomi tumbuh, kemiskinan dan pengangguran berkurang.  (Kemenko Ekonomi)
Airlangga di Munas I Japnas: Ekonomi tumbuh, kemiskinan dan pengangguran berkurang. (Kemenko Ekonomi)

SUARAKARYA.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia seiring dengan membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Menko Airlangga dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) 2022 bertema 'Bangkit, Bergerak dan Bersinergi Mewujudkan Raksasa Ekonomi Baru Menuju Indonesia Emas' di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Menurut Airlangga, meningkatnya kualitas pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari terus menurunnya tingkat kemiskinan dari 10,19% di September 2020 menjadi 9,54% pada Maret 2022.

"Demikian pula tingkat pengangguran menurun dari 7,1% di Agustus 2020 menjadi 5,8% di Februari 2022," ungkap Menko Airlangga.

Baca Juga: Bali Siap Sambut Puluhan Negara Peserta Kongres DWP

Menko Airlangga menjelaskan, pemerintah masih melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,6 triliun tahun 2022.

Program ini fokus pada penanganan kesehatan, pemberian bantuan sosial, dan mendukung kegiatan usaha sekaligus mempersiapkan strategi transisi aktivitas ekonomi dari pandemi ke endemi.

Sebagai bagian dukungan bagi dunia usaha, kata Airlangga, pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditargetkan Rp373 triliun pada tahun ini. Tahun depan target KUR akan dinaikkan menjadi Rp460 triliun.

“Jadi, potensinya bagi pengusaha untuk mendapatkan KUR masih besar, dan ini juga bisa digunakan untuk sektor pertanian yang diberikan pagu Rp90 triliun," ungkap Airlangga.

Baca Juga: Berantas Kejahatan Resahkan Masyarakat, Komitmen Polda Metro Berantas Kejahatan Sesuai Perintah Kapolri

Dalam jangka panjang, pemerintah akan terus memastikan berjalannya reformasi struktural untuk mendorong daya saing dan iklim berusaha di Indonesia.

Salah satunya melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, dan penerapan sistem layanan perizinan berusaha elektronik yang terintegrasi (OSS RBA).

Terkait dengan ketahanan pangan, neraca beras Indonesia juga masih mencatatkan surplus.

Pada periode Januari-September 2022, produksi beras diperkirakan mencapai 26,45 juta ton dan konsumsi beras mencapai 22,72 juta ton, sehingga terdapat surplus sebesar 3,73 ton.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X