• Senin, 26 September 2022

PT TGEM dan PT MOW  Akan  Bangun Battery Grade Nickel di KEK Sorong

- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 09:58 WIB
Kanan  -  Dirut PT MOW Gabriel  Hasatan Simanjuntak. Kanan - Dirut PT  TGEM Widodo  Sucipto (Istimewa)
Kanan - Dirut PT MOW Gabriel Hasatan Simanjuntak. Kanan - Dirut PT TGEM Widodo Sucipto (Istimewa)



SUARAKARYA.ID: Direktur Utama PT Malamoi Olom Wobok (MOW) Gabriel Simanjuntak  Jumat (19/8/2022) di Hotel Sorong  kepada suarakarya.id menjelaskan  pihaknya  dan PT Trinitan Green Energy 

Dijelaskan, PT Trinitan Green Energy Metals (TGEM) dan PT.  MOW  sudah mengumumkan rencana membangun sebuah kawasan pengolahan nikel kelas 1 (battery grade nickel) di Indonesia.

 Kerja sama pembangunan  tersebut mengusung konsep Eco Industrial Park terintegrasi berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat.

Gabriel Simanjuntak, menjelaskan pemerintah daerah mempunyai perhatian dan andil dalam menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan KEK Sorong.

Baca Juga: Kapal Perintis Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Warga 3 T di Papua Barat

Itu penting  karena dapat memberikan peluang bagi KEK Sorong untuk mengundang  investor melakukan investasi di KEK setempat.

Satu keuntungan bagi MOW bekerja sama dengan PT. TRINITAN adalah dibangunnya satu kawasan industri nikel kelas 1. Dengan konsep eco industrial park yang pertama di Indonesia.

 Intinya program ini menggunakan teknologi yang didesain oleh anak bangsa sendiri.

Konsep pembangunan industri batery berbahan dasar nikel kadar rendah.

 Dengan tetap mengutamakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 Keberhasilan pembangunan PT. TRINITAN di KEK Sorong akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi masyarakat dan Pemerintah Sorong.

Baca Juga: Lirik Lagu Widuri - Bob Tutupoly

Yaitu akan terjadinya multi player efect. Baik di bidang sosial, ekonomi maupun tata ruang kota.

Bupati Sorong Dr. Johnny Kamuru - Tengah Didampingi Pimpinan PT TGEM dan PT MOW (Istimewa)


Di sisi lain juga KEK Sorong dan Kabupaten Sorong makin dikenal baik secara regional maupun nasional.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, PT Trinitan Green Energy Metals (TGEM) juga telah melakukan penandatanganan Head of Agreement (Pokok-pokok Perjanjian) dengan PT Malamoi Olom Wobok (MOW) selaku pengelola KEK Sorong, bertempat di Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta Juli lalu.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh pimpinan utama dari kedua perusahaan, yaitu Widodo Sucipto selaku Direktur Utama TGEM. Dan Gabriel Hasahatan Simanjuntak selaku Direktur Utama MOW.

 Serta turut disaksikan oleh DR. Johny Kamuru, SH.,MSi selaku Bupati Sorong. Nurul Ichwan selaku Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM.  Dan Richard Tandiono selaku Chairman TGEM.

Kesempatan tersebut  hadir juga para partner dan supplier dari PT Trinitan Green Energy Metals (TGEM) dan PT Malamoi Olom Wobok (MOW).

Termasuk perwakilan dari beberapa institusi terkait. Seperti Badan Riset Indonesia Nasional (BRIN) yang diwakili oleh Surat Indrijanto,

Sedangkan data lain menyebutkan, menurut Direktur Utama TGEM, Widodo Sucipto, kawasan ini direncanakan akan menjadi kawasan Eco Industrial Park terintegrasi pertama di Indonesia.

Program  tersebut diberi nama Indonesia Green Nickel Integrated Technology Ecopark (IGNITE Ecopark).

Untuk diketahui, IGNITE Ecopark akan menggunakan teknologi STAL (Step Temperature Acid Leach).

Teknologi karya anak bangsa berbasis hidrometalurgi. Sebagai teknologi utama untuk mengesktrak nikel kadar rendah.

Baca Juga: Analisis Gaya Kepemimpinan Bupati Sorong Dr Johnny Kamuru Periode Pertama - Yacob Nauly

 Serta didukung berbagai ekosistem industri terutama energi dan gas, industri kimia dan industri pengolahan limbah.

 "Program ini mengedepankan environmental sustainibility.  Dan emisi karbon terendah dibanding industri sejenis di Indonesia," katanya.

Widodo menjelaskan, dipilihnya KEK Sorong sebagai lokasi pembangunan semata- mata karena kesiapan infrastruktur yang tersedia di kawasan tersebut.

Seperti ketersediaan lahan, air bersih, clean energy (gas).

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dirut PT MOW Sorong - Gabriel Simanjuntak dan Direktur PT Sino Consultant Investment Indonesia - Adriana Imelda Daat. Disaksikan Oleh Bupati Sorong - Dr Johnny Kamuru - Paling Kiri (suarakarya.id - Yacob Nauly)

Maupun pelabuhan yang memadai, dan juga karena Sorong berada di salah satu lokasi sentral cadangan biji nikel di Indonesia.

“Kesiapan infrastruktur yang dimiliki KEK Sorong tersebut mendorong kami untuk memindahkan rencana pembangunan kawasan pengolahan nikel kelas 1 ke Sorong. Dari yang sebelumnya direncanakan akan dibangun di KEK Palu," kata Widodo.

Dengan kapasitas produksi yang dicanangkan sebesar 50 kilo ton nikel per tahunnya.

Baca Juga: Negeri Cantik  di Atas Awan Tanah Toraja Sulsel - Yacob Nauly

Pihaknya berharap kehadiran IGNITE Ecopark kelak akan dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sektor ekonomi di daerah Sorong.

Sekaligus membawa nama Sorong dan Indonesia di kancah global sebagai industri pengolahan nikel ramah lingkungan terbesar di Indonesia.

Pembangunan itu guna mendukung pemenuhan rantai suplai nikel untuk kendaraan listrik global. ***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Resmikan Desa Tematik di Sidoarjo

Senin, 26 September 2022 | 14:47 WIB

Telkom Indonesia Terus Fokus Pada Bisnis Digital

Senin, 26 September 2022 | 13:24 WIB
X