• Senin, 26 September 2022

RAPBN 2023 Capai Rp3.041,7 Triliun untuk Dukung Produktivitas, Optimalkan Fungsi Shock Absorber

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:13 WIB
Menko Airlangga Hartarto saat bahas RAPBN 2023. (Kemenko Ekonomi)
Menko Airlangga Hartarto saat bahas RAPBN 2023. (Kemenko Ekonomi)

SUARAKARYA.ID: Belanja Negara dalam RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun, meliputi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.230,0 triliun, dan Transfer ke Daerah Rp811,7 triliun. 

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN (Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2023 di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

"Pada tahun 2023 APBN ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dengan tetap mengoptimalkan fungsi shock absorber dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi dan antisipatif terhadap risiko ketidakpastian," ungkapnya.

Baca Juga: Peringati HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Kementan Tanam 77 Pohon di Lampung

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas bagi transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkait perlindungan sosial, anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp479,1 triliun untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya.

"Dan, dalam jangka panjang diharapkan akan mampu memotong rantai kemiskinan," ujar Airlangga yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Sejalan dengan hal tersebut, reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Baca Juga: Wisata Gunung Bromo, Ini 8 Lokasi Andalannya

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Resmikan Desa Tematik di Sidoarjo

Senin, 26 September 2022 | 14:47 WIB

Telkom Indonesia Terus Fokus Pada Bisnis Digital

Senin, 26 September 2022 | 13:24 WIB
X