• Senin, 26 September 2022

Wamenkeu Suahasil Nazara Ungkap Urgensi Reformasi Sektor Keuangan Indonesia

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 01:52 WIB
Foto: Kemenkeu
Foto: Kemenkeu

SUARAKARYA.ID: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan urgensi reformasi sektor keuangan di Indonesia pada Rapat Kerja Badan Legislatif DPR RI, Kamis (18/08/2022) di Ruang Rapat DPR RI Jakarta.

Menurut Wamenkeu, sektor keuangan memiliki peran penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045. Sektor Keuangan berperan sebagai sistem intermediasi (penghubung) dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.

“2045 hanya sekitar 23 tahun dari sekarang, tidak lama sebenarnya. Namun aspirasi kita disusun dengan sangat yakin kita akan dapat mencapai ke sana, dan aspirasi ini yang ingin kita taruh. Aspirasi mengenai ekonomi yang besar, PDB perkapita yang tinggi, pengangguran yang rendah, struktur ekonomi yang produktif, ini harusnya didukung oleh sektor keuangan yang berdaya saing di tingkat Internasional dan di tingkat regional kita,” jelas Wamenkeu.

Baca Juga: Wamenkeu Sebut Pemerintah Memikirkan Sangat Detail Apa Saja yang Harus Diperbaiki dalam Mengelola Ekonomi

Namun, Wamenkeu mengingatkan bahwa sektor keuangan Indonesia yang dilihat dari indikator aset bank per PDB, kapitalisasi pasar modal per PDB, aset industri asuransi per PDB, dan asset dana pension per PDB masih relative dangkal apabila dibandingkan dengan negara peer group lainnya.

Selain itu, sektor perbankan yang merupakan sumber pendanaan jangka pendek, masih mendominasi. Padahal pembiayaan pembangunan membutuhkan pendanaan jangka panjang. Industri keuangan non bank sebagai sumber pendanaan jangka panjang memiliki porsi dan peran yang masih kecil terhadap sektor keuangan maupun PDB.

Kondisi ini menggambarkan bahwa kapasitas menghimpun dana oleh sektor keuangan Indonesia masih relative rendah, sementara potensi pendalaman masih besar.

Baca Juga: Lirik Lagu Bukti - Virgoun ...Kau Wanita Terhebat Bagiku

Meskipun mendominasi, sektor perbankan ternyata masih memiliki permasalahan struktural yang mengkibatkan inefisiensi. Hal ini terlihat dari data overhead cost perbankan Indonesia dan net interest margin perbankan Indonesia yang masih tinggi dibandingkan negara-negara Kawasan.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Resmikan Desa Tematik di Sidoarjo

Senin, 26 September 2022 | 14:47 WIB

Telkom Indonesia Terus Fokus Pada Bisnis Digital

Senin, 26 September 2022 | 13:24 WIB
X