• Rabu, 5 Oktober 2022

Hadiah HUT ke-77, Indonesia Swasembada Pangan Tiga Tahun Berturut-Turut

- Senin, 15 Agustus 2022 | 18:59 WIB
Indonesia Swasembada Tiga Tahun Berturut-turut (Ist)
Indonesia Swasembada Tiga Tahun Berturut-turut (Ist)

 

SUARAKARYA.ID: Keberhasilan Indonesia swasembada pangan tiga tahun berturut-turut, berbuah penghargaan dari lembaga Internasional, International Rice Research Institute (IRRI). Penghargaan Diterima langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (14/8/2022).

Dalam penilaian IRRI, Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok domestik dalam hal ini beras lebih dari 90 persen. Produksi beras nasional sejak tahun 2019 berada pada posisi 31,3 juta ton. 

Presiden Joko Widodo menyatakan, berdasarkan hitungan BPS, di akhir April 2022, jumlah stok akhir beras tertinggi di angka 10,2 juta ton.Baca Juga: Tempat Wisata Hits di Jogja untuk Liburan Singkat

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir J, Sejumlah Perwira Menengah Polda Metro Jaya Kena Getah Ditahannya Irjen Ferdy Sambo

“Stok beras yang ada di masyarakat berada di angka 10,2 juta ton. Beras tersebut beredar di masyarakat, petani, restoran-restoran dan juga di Bulog. Plus beberapa di industri-industri pangan. Hal inilah yang menyebabkan kenapa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah mencapai swasembada pangan,” ujar Jokowi-sapaan Presiden Joko Widodo.

Presiden mengatakan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi nasional dan menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi kondisi pangan internasional.

Jokowi mengucapkan terimakasih kepada seluruh petani dan pelaku usaha pertanian dalam mempertahankan ketahanan pangan di Indonesia.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pelaku dan bekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya, tentu saja Bupati, gubernur dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang semuanya bekerja sama dengan riset-riset dari universitas perguruan tinggi yang kita miliki. Ini adalah kerja yang terintegrasi dan kerja gotong royong,” katanya. 

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X