• Jumat, 7 Oktober 2022

Menko Airlangga dalam HLPF UN-ECOSOC, Mendukung Petani Kecil Mewujudkan Produksi Berkelanjutan Minyak Nabati

- Selasa, 12 Juli 2022 | 16:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam HLPF UN-ECOSOC, Indonesia terus menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan  di seluruh sektor minyak nabati (Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam HLPF UN-ECOSOC, Indonesia terus menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan di seluruh sektor minyak nabati (Kemenko Perekonomian)

SUARAKARYA.ID: Meski di tengah krisis pangan, energi, dan keuangan yang terjadi saat ini, Pemerintah tidak hanya berupaya untuk memulihkan kondisi ekonomi seperti sebelum pandemi, tetapi juga mengupayakan transformasi perekonomian menjadi lebih hijau, berkelanjutan, dan inklusif.

“Di tengah krisis ini, memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan komoditas pertanian di pasar global, termasuk minyak nabati, menjadi salah satu fokus utama kami,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada acara Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin (11/7/2022).

Kegiatan yang mengambil tema “Catalysing Actions For Sustainable Vegetable Oils In Support Of The Attainment Of Sustainable Development Goals (SDGs)” tersebut, diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: 2nd Sherpa, Menko Airlangga Tegaskan G20 Harus Bertindak Bersama Atasi Tantangan Global Yang Multidimensi

Dalam upaya untuk memenuhi target SDGs 2030, muncul beberapa tantangan-tantangan besar seperti inflasi yang tinggi, lonjakan suku bunga, lonjakan harga pangan dan energi, serta terganggunya pasokan dan perdagangan komoditas pertanian.

Dengan mempertimbangkan pertumbuhan populasi global dan meluasnya penggunaan minyak nabati di berbagai industri, maka diperkirakan ukuran pasar global minyak nabati akan meningkat dari 199,1 juta metrik ton pada tahun 2020 menjadi 258,4 juta metrik ton pada tahun 2026.

Sementara itu, bahkan sebelum terjadinya krisis global, minyak nabati telah lama menjadi sumber mata pencaharian bagi petani skala kecil serta sumber mesin pembangunan di banyak negara berkembang. Sehingga penting untuk memastikan kesinambungan pasokan minyak nabati yang cukup ke pasar global untuk mencegah volatilitas harga lebih lanjut dan guncangan terhadap ekonomi global.

“Dalam hal ini, kami terus percaya bahwa upaya bersama untuk memastikan keberlanjutan di pasar minyak nabati global harus dilakukan secara holistik dan nondiskriminatif,” tegas Menko Airlangga.

Baca Juga: Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga Dorong Anggaran Program PEN Pada Kegiatan Lebih Produktif

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: ekon.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X