• Senin, 15 Agustus 2022

Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Antisipasi Krisis Energi, Dukung Pemulihan Ekonomi Global

- Selasa, 28 Juni 2022 | 16:16 WIB
Airlangga Hartarto  (Kemenko Ekonomi.)
Airlangga Hartarto (Kemenko Ekonomi.)

SUARAKARYA.ID: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina, setiap negara termasuk di Eropa kini lebih mengutamakan energy security (ketahanan energi).

"Karena mereka akan mengalami musim dingin sehingga membutuhkan diversifikasi suplai energi dari Rusia, misalnya dalam bentuk LNG dan batu bara," kata Menko Airlangga dalam Live Special TV One yang mengambil tema G20, di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Ketahanan energi adalah keterkaitan antara ketahanan nasional dan ketersediaan sumber daya alam untuk konsumsi energi.

Baca Juga: Daerah-daerah Menantikan Kehadiran Buku Panduan Permainan Korfball PP PKSI Untuk Persiapan PON 2024

Untuk memperkuat ketahanan energi maka persoalan transisi energi menjadi sangat penting.

Menko Airlangga mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia, salah satunya digunakan untuk mengenalkan skenario Indonesia dalam mencapai 
Net Zero Emission di tahun 2060.

Negara anggota G20 pun diimbau fokus pada sumber pendanaan untuk investasi pada transisi energi ke energi terbarukan.

Baca Juga: Ribuan Orang Gelar Demo Damai Minta Polri Dan Kejagung Proses Hukum Kasus Investasi Gagal Bayar Yang Mandek

“Ada semacam model yang sedang dibahas dengan ADB dan lembaga keuangan lain. Yakni, model yang akan optimal secara ekonomi untuk mempercepat transisi, terutama energi yang berbasis fosil, khususnya PLTU,” tutur Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:02 WIB

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X