• Selasa, 16 Agustus 2022

Geliat Aktivitas Bisnis Titan Grup Jadi Penopang Ekonomi Warga Dan Jamin Rantai Pasok Energi

- Selasa, 28 Juni 2022 | 07:05 WIB
Geliat aktivitas bisnis Titan Grup secara riil menjadi penopang ekonomi warga di sekitar mulut tambang batu bara hingga terminal pelabuhan batu bara  serta terbukti menjamin rantai pasok energi (AG Sofyan)
Geliat aktivitas bisnis Titan Grup secara riil menjadi penopang ekonomi warga di sekitar mulut tambang batu bara hingga terminal pelabuhan batu bara serta terbukti menjamin rantai pasok energi (AG Sofyan)
 
 
SUARAKARYA.ID: Eksistensi dan keberlanjutan aktivitas sebuah entitas bisnis sangat berpengaruh bagi masa depan kehidupan masyarakat dan lingkungan setempat.
 
Hal ini tercermin dari kehidupan ekonomi dan sosial warga masyarakat di Desa Tanjung Jambu,  Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) yang sedikit banyak bergantung kepada keberadaan Titan Grup.
 
Aktivitas bisnis Titan Grup, ikut membuat perekonomian masyarakat sekitar menjadi lebih baik dan berkembang.
 
 
Usaha ekonomi berbasis rakyat baik produksi dan jasa dari masyarakat tumbuh berkembang di sekitar area perusahaan tambang batu bara tersebut.
 
Misalnya seperti yang terlihat di sekitar area Titan Road, Lahat, Sumatera Selatan.
 
Mulai dari usaha warung makan, kopi dan rokok, cuci mobil dan truk, pangkas rambut, serta usaha tambal ban, bengkel, garasi truk dan mobil berjenis off road, penginapan, jasa rental angkutan, jasa penyiram air jalan tambang batubara yang dibutuhkan vendor maupun mereka yang saling bersimbiosis mutualisme seperti penjual jamu maupun pijat refleksi bermunculan sepanjang Titan Road yang membentang sepanjang 113 Km tersebut.
 
 
Para pendulang cuan dari adanya tambang batu bara kebanyakan adalah warga sekitar atau warga asli berasal dari Kecamatan Merapi Timur maupun Merapi Selatan. Bahkan warga perantau dari berbagai suku di penjuru tanah air, ternyata juga banyak didapati di sekitar jalan Titan Road. 
 
Meningkatnya perekonomian warga sekitar tambang, memang gampang ditebak. Bagaimana tidak? Setiap harinya, ratusan truk double gardan berlalu lalang melintasi Titan Road tanpa henti. 
 
Pemandangan ratusan dump truck mengangkut batu bara dari mulut tambang ke pelabuhan ataupun ke tempat penampungan batu bara sementara di kawasan tersebut, hampir tiap menit tak bisa lepas dari kedipan mata. 
 
 
Kantongi Rp10 Juta/ Bulan
 
Beberapa pendulang cuan salah satunya adalah putra Batak. Adalah Albred Alexander Pasaribu (34) pria asal Medan, Sumatera Utara, yang membuka usaha tambal ban di Km 107 Titan Road.
 
Albred Alexander Pasaribu, salah satu pendulang cuan dari keberadaan Titan Road dengan membuka jasa tambal ban dump truck dan mobil double gardan di Km 107 Titan Road (AG Sofyan)
 
Selama hampir 1,5 tahun dia bersama istri dan tiga pekerja merintis usaha tambal ban dump truck maupun mobil double decker. 
 
Dari kios tambal ban, Pasaribu bersyukur bisa menghidupi 5 orang anak laki-laki yang berumur di bawah 6 tahun tersebut dan bisa menafkahi 3 orang anak buahnya, tentu juga berdampak kepada keluarga mereka tersebut. 
 
 
Pasaribu bertutur kalau usahanya tidak dibuka hingga 24 jam tentu dia tidak akan bisa membayar sewa lahan penduduk setempat dan membayar upah asistennya. 
 
Setidaknya ungkap Pasaribu, dirinya harus bisa mengantongi duit sebesar minimal Rp10 Juta per bulan untuk bisa menutup biaya-biaya yang harus rutin keluar. 
 
"Usaha tambal ban truk yang saya namai seperti nama anak, Arga 107 ini mutlak harus ada di sepanjang Titan Road. Setidaknya 1 hari saja ada sedikitnya 10 ban yang harus ditambal atau diganti. Ada yang ganti ban dalam atau ganti ban baru. Jasa seperti ini memang harus ready di area sekitar tambang untuk memperlancar traffic pengangkutan baru bara. Kita buka 24 jam. Ada shift. Malam dua orang, siang dua orang," ungkapnya. 
 
:
 
Dengan begitu, keberadaan tambang : bara PT Titan Infra Energi sangat ; oleh warga Titan Road untuk menopang hidup mereka. 
 
"Jadi harapan kami sebagai rakyat kecil ya selalu mendoakan agar perusahaan batu bara ini terus lancar dan terus beroperasi. Tidak ada demo apalagi sampai harus diblokir duitnya. Lha kalau ini terjadi lalu bagaimana nasib pegawai, buruh, sopir, dan vendor. Sudah tentu kami yang punya usaha jasa tambal ban juga ikut kena getahnya lah. Kalau perusahaan tidak beroperasi, kita mau makan apa, Bang," beber Pasaribu. 
 
Doakan Perusahaan Lancar
 
Salah satu warga asli yang ikut mendapat berkah rezeki karena aktivitas PT Titan Grup juga dialami oleh M. Zamzah (59). 
 
 
Pria paruh baya yang tinggal di Desa Tanjung Jambu, Kabupaten Lahat, Sumsel antusias membuka usaha jasa cuci mobil double gardan dan dump truck, di dekat ruas jalan Titan Road.
 
Dengan nama Sinar Titan yang mengartikan cahaya untuk Titan diharapkan juga menjadi cahaya bagi kesejahteraan warganya. 
 
"Sejak 6 bulan lalu saya membuka usaha cuci mobil dan dump truck. Dengan modal awal sekitar Rp20 Juta, saya harus membelanjakan alat seperti steam, pompa air, pipa dan tandon air atau mesin untuk mencuci dan membersihkan mobil double cabin ataupun dump truck," ujar pensiunan BPN Kabupaten Lahat ini. 
 
 
Dari usahanya itu, Zamzah juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Ada dua orang warga sekitar yang bekerja sebagai tukang cuci dump truck maupun mobil double gardan. 
 
"Sehari kita rata-rata dapat mencuci dan membersihkan minimal 8 truk maupun mobil dengan jasa pekerja  dua orang saja. Ongkos cuci 1 dump truck adalah Rp100 Ribu dan dibersihkan luar dalam. Untuk mobil kecil seperti double gardan ongkosnya hanya Rp50 Ribu," jelas Zamzah.
 
Usaha jasa steam dump truck dan mobil double gardan juga banyak muncul di sepanjang Titan Road seperti usaha jasa milik M Zamzah (AG Sofyan)
 
Dalam sebulan, dari usahanya itu, ia bisa mengantongi total Rp6 Juta bersih. Dan dengan pembagian belah durian, dua pekerjanya, masing-masing membawa pulang Rp3 Juta per bulannya. 
 
 
Karena itu Zamzah berharap, aktivitas PT Titan Grup, bisa tetap lancar. Dengan begitu pengemudi truk juga tetap bekerja secara normal dan lebih produktif. 
 
Ia pun bisa terus lancar menekuni usahanya yang buka sejak jam 07.00 sampai 17.30 WIB.
 
"Kami berharap tidak ada masalah dengan perusahaan tambang batu bara puluhan tahun ini. Sehingga kami juga bisa terus berusaha dan membiayai masa pensiun saya dan keluarga," ungkapnya.
 
 
Selain Zamzah, ada lima usaha jasa cuci dump truck di dekat kawasan Titan Road lainnya yang bergantung kepada keberadaan Titan Grup
 
"Usaha cuci truk di sekitar sini saja, yang saya tahu ada 5 tempat. Belum di luar. Jadi ekonomi di sini semakin tumbuh pesat," ucap Zamzah yang juga membuka warkop tak jauh dari tempat cucian truk yang dikelola adik dan keluarganya. 
 
Di tempat lainnya, Andreas Halomoan Sitohang selaku Head of Human Capital and General Service PT SDJ (Titan Grup) mengatakan aktivitas di perusahaan tambang tersebut berjalan normal seperti biasanya. 
 
 
Di ruas Jalan Titan Road, ratusan truk pengangkut batu bara melintasi ruas jalan tersebut tak pernah berhenti. Hal serupa juga terlihat di area Intermediate stockpile batu bara di kawasan tersebut. 
 
Ini menandakan perusahaan semakin berjalan normal yang akan berdampak pada terjaminnya rantai pasok produksi dan konsumsi energi.***

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ULN Indonesia Triwulan II 2022 Turun Jadi Rp6.045 T

Senin, 15 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Telkom Indonesia Gelar Sharing P3DN di Kalangan BUMN

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:02 WIB

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:02 WIB
X