• Minggu, 3 Juli 2022

Kementan Jaga Ketahanan Pangan ASEAN Dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 22:09 WIB
Kementan jaga ketahanan pangan ASEAN (Ist)
Kementan jaga ketahanan pangan ASEAN (Ist)

SUARAKARYA.ID: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) kembali menyelenggarakan workshop tingkat ASEAN di tahun ini.

Workshop kali ini berjudul Workshop on the Development of Draft of Guideline on Home Yard Food Garden Area, dilaksanakan Rabu (22/06/2022) dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang yang berasal dari 7 negara ASEAN.

Workshop on the Development of Draft of Guideline on Home Yard Food Garden Area merupakan inisiatif Indonesia pada pertemuan ASEAN Ministers of Agriculture and Forestry (AMAF) tahun 2021 lalu, yang mendapatkan respon positif dari negara anggota ASEAN lainnya dan disetujui untuk ditindaklanjuti di ASEAN Working Group on Agricultural Training and Extension (AWGATE).

Menurut Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah selaku Indonesia AWGATE Focal Point mengatakan bahwa untuk menjaga ketahanan pangan di ASEAN diperlukan usaha seluruh lapisan masyarakat, termasuk di kalangan keluarga.

Baca Juga: Ajak Update G20, Maudy Ayunda: Hadapi Dunia Kerja Harus Punya Nilai Diri Dengan Layak

Baca Juga: Emak-Emak Nilai Ganjar Pranowo Bawa Kesejahteraan, Berharap Jadi Presiden Selanjutnya

Munifah menambahkan, jika saat ini banyak keluarga yang memiliki pekarangan tetapi belum dioptimalisasikan dengan baik. Berdasarkan data World Food Program tahun 2021 menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan memberikan pengaruh yang signifikan pada pengurangan biaya kebutuhan pangan rumah tangga sekitar 25-47%, sehingga optimalisasi pekarangan rumah yang melibatkan seluruh anggota keluarga dapat memberikan dampak pengurangan tingkat kemiskinan, ujarnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang dalam beberapa kesempatan terus mengajak masyarakat untuk bergerak memanfaatkan lahan yang ada. “Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani”, ujarnya.

Ajakan bertani di pekarangan pun juga sudah sering diserukan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi jika Pengembangan Program Pangan Lestari adalah solusi tepat dalam memanfaatkan sumber pangan dari pekarangan sekaligus menangkal pandemi corona dari kegiatan bertani.

Dedi juga mengajak semua komponen masyarakat, perusahaan swasta dan praktisi untuk bekerja sama dalam menggarap pertanian dari hulu hingga hilir. Ini dilakukan guna memenuhi ketersediaan pangan dan disaat yang sama mendorong perekonomian

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X