• Minggu, 3 Juli 2022

Kemenperin Dorong IKM Sebagai Basis Perekonomian Rakyat, Pilar Bangga Buatan Indonesia

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:26 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita dalam diskusi daring siap mendorong IKM sebagai basis perekonomian rakyat dan pilar Bangga Buatan Indonesia  (AG Sofyan)
Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita dalam diskusi daring siap mendorong IKM sebagai basis perekonomian rakyat dan pilar Bangga Buatan Indonesia (AG Sofyan)
 
 
 
SUARAKARYA.ID: Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin (Dirjen IKMA), Reni Yanita mengatakan, Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) berawal ketika Indonesia pertama kali menghadapi pandemi. Gernas BBI, katanya, lahir pada Bulan Maret 2020 lalu.
 
"Sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden, saat itu, bagaimana kita mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai basis perekonomian rakyat di tengah pandemi," kata Reni dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “BBI, Jurus Kunci Bangkitkan Gairah IKM“ di Jakarta, Senin, (20/6/22). 
 
Kampanye Gernas BBI akan digelar di 12 provinsi. Dalam bulan Juni ini, BBI akan digelar di Lampung melalui “Lagawi Fest” bersama Kementerian Perindustrian selaku campaign manager.
 
 
Dirjen Reni menjelaskan, Gernas BBI dituntut untuk tidak hanya menciptakan produk, namun juga soal bagaimana produk itu disajikan secara berbeda. Artinya, produk IKM itu disajikan secara digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
 
"Dengan adanya tuntutan tersebut, Gernas BBI ini ditargetkan akan dapat meningkatkan IKM atau UMKM yang onboarding. Jadi dari target 11,7 juta nanti menjadi 30 juta di tahun 2023," tandasnya.
 
Selain itu, pihaknya juga menargetkan adanya peningkatan jumlah belanja serta konsumen terhadap produk artisan melalui Gernas BBI ini.
 
 
Dalam rangka mencapai produk tersebut, kata Reni, Ditjen IKMA akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para IKM untuk meningkatkan product value.
 
"Terakhir adalah bagaimana kita mendorong partisipasi Pemda dan juga top brand yang ada. Supaya sama-sama kita mengolah potensi sumber daya alam yang ada ini, plus juga IKM yang ada untuk meningkatkan nilai tambah produk secara online," ujarnya.
 
Reni menuturkan, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA, sudah melaksanakan program e-smart sejak 2017. 
 
 
Program ini secara khusus mengenalkan IKM dengan digitalisasi baik dari segi pemasarannya maupun pembukuan.
 
"Saat ini IKM yang sudah masuk ke literasi digital mencapai 22,515 IKM dan yang sudah on boarding sekitar 14,125 IKM dengan menggandeng sejumlah marketplace yang ada," paparnya.
 
 
Terkait kampanye Gernas BBI melalui Lagawi Fest yang akan digelar di Lampung pada Bulan Juni ini, Dirjen Reni mengungkapkan Provinsi  Lampung merupakan pintu masuk bagian selatan pulau Sumatera. Selain itu, pontesi SDA serta industri manufakturnya juga meningkat.
 
 
"Jadi kami, melalui Gernas BBI Lagawi Fest ini mencoba menggerakan wirausaha baru di Lampung untuk mengembangkan inovasi terhadap produk yang dihasilkan untuk lebih mengenalkan dengan masuk di berbagai marketplace," tuturnya.
 
Dukung Pertumbuhan IKM
 
Di kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Ir. Kusnadi, M.Agr.EC mengatakan pihaknya telah melakukan setidaknya 9 bentuk kegiatan dalam mengimplementasikan arahan Presiden mendukung pertumbuhan IKM di daerah Lampung.
 
"Jadi sesuai arahan Presiden, kita diwajibkan untuk mendukung pertumbuhan IKM di Provinsi Lampung, kita terus melakukan kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan sampai pembinaan dan implementasinya," kata Kusnadi.
 
 
Kegiatan-kegiatan itu, kata Kusnadi dimulai dari perencanaan, pembinaan hingga implementasinya. Dari segi perencanaan, Pemda Lampung membuat regulasi dan aturan terkait pengelolaan sumber daya alam.
 
"Kita juga membimbing, menginformasikan kepada kawan-kawan IKM untuk berproduksi secara ramah lingkungan dengan prinsip Industri hijau," jelasnya.
 
Diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “BBI, bertajuk. (AG Sofyan)
 
Selain itu, Pemprov Lampung juga memperluas pasar bagi para IKM untuk memasarkan produknya, baik secara offline maupun online.
 
 
Pemprov Lampung juga mendirikan galeri Sikam untuk memamerkan produk-produk IKM kepada khalayak ramai dengan menyasar para aktivis internet.
 
"Kemudian juga, kita menggelar festival dan lomba untuk memancing kreativitas pelaku IKM menciptakan produk yang lebih menarik," ungkapnya.
 
Terkait penyelenggaran Gernas BBI Lagawi Fest di Provinsi Lampung, Kusnadi menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin yang telah serius mendukung perkembangan IKM di Provinsi Lampung.
 
 
Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan bagi para IKM bahwa produk yang diolah dengan kaidah-kaidah yang baik akan menghasilkan produk berkualitas. Sehingga bisa bersaing dengan produk dari perusahaan-perusahaan besar dan brand yang sudah mapan.
 
Kegiatan ini, lanjut dia, bisa menyadarkan para pelaku IKM di wilayah itu bahwa produk menarik dan dicari oleh konsumen tidak hanya dinilai dari isinya saja, namun juga kemasannya, standarisasi dan promosi yang dilakukan.
 
"Selain itu, juga bahwa selera itu beda-beda setiap wilayah. Kita juga harus pintar melihat konsumen kita siapa," ucapnya.
 
 
Sementara itu, Pemilik Rafin’s Snack, M. Ravie Cahya Ansor mengungkapkan Gernas BBI memberikan banyak manfaat bagi pelaku IKM
 
Pertama adalah percepatan bagi IKM. Dimana melalui Gernas BBI ini, para pelaku IKM difasilitasi.
 
"Misalnya kita mau bikin foto untuk instagram. Di Gernas BBI itu difasilitasi dapat foto gratis dengan kualitas bagus," ungkapnya.
 
 
Melalui Gernas BBI, kata dia, para IKM merasakan percepatan dalam mengaksekerasi usahanya dalam waktu satu atau dua bulan. Biasanya, mereka membutuhkan waktu satu hingga dua tahun.
 
"Percepatan selama dua bulan ini dari Mei yang lalu, kita sangat merasakannya. Biasanya yang kita butuhkan itu taking time satu atau dua tahun untuk mendapatkannya, di Gernas BBI ini cepat sekali," bebernya.
 
 
Dengan adanya BBI ini, pihaknya, kata dia, diberikan akses terhadap digitalisasi, juga dikasih tempat seperti di Mall Kota Kasablanka, dapat memperluas promosi dan memperbanyak promosi produk sehingga semakin dikenal masyarakat.
 
Kegiatan FMB9   juga bisa   diikuti  secara   langsung   di kanal youtube FMB9ID_IKP. Nantikan update informasi akurat, data valid dengan narasumber terpercaya di FMB9ID_ (Twitter),  FMB9.ID  (Instagram),  FMB9.ID  (Facebook).***

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X