• Jumat, 12 Agustus 2022

BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut Gandeng Perbarindo Untuk Beri Perlindungan Para Nasabah BPR

- Selasa, 14 Juni 2022 | 18:58 WIB
Para direksi BPR  wilayah Surabaya dan Sidoarjo usai penandanganan PKS dengan BPJS Ketenagakerjaan
Para direksi BPR wilayah Surabaya dan Sidoarjo usai penandanganan PKS dengan BPJS Ketenagakerjaan


SUARAKARYA.ID: BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut bersinergi dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) untuk perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para nasabah kredit BPR se wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Madura.

Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut, Rudi Susanto, pihaknya memang bertugas melakukan perluasan perlindungan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja formal maupun non formal. "Ternyata kita klop dengan BPR, karena mereka ada program kredit untuk para pelaku UMKM," ujarnya, Selasa (14/6/2022).

Penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) antara BPJS Ketenegakerjaan Surabaya Rungkut dengan Dewan Perwakilan Komisariat (DPK) Surabaya, Sidoarjo dilakukan oleh Kacab Surabaya Rungkut dan Ketua DPK Perbarindo Surabaya Sidoarjo, Renny Wulandari, hari ini.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kunjungi Pasien Penerima Kaki Palsu Asal Jombang Di RS Waru Sidoarjo

Usai melakukan penandatanganan PKS dengan pihak asosiasi, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut juga langsung menandatangani PKS dengan masing-masing BPR. "Untuk tahap awal, kita baru kerjasama dengan 9 BPR. Tapi ke depan, kita berharap 76 BPR lainnya segera ikut bergabung," ujarnya.

Dalam program ini, para UMKM yang mengajukan krdit di BPR akan diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Mereka hanya perlu membayar iuran Rp16.800 perbulan untuk ikut program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).

Sementara Renny Wulandari menyebut ada sekitar 76 ribuan nasabah BPR di wilayah Surabaya Sidoarjo. "Lewat program in, kami ingin memberi manfaat tambahan berupa jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Selama ini nasabah kredit sudah kami ikut dalam asuransi kredit dan asuransi jiwa," ujarnya.

Baca Juga: SIG Bersama 31 BUMN Gelar Pelatihan Bisnis Terapan Untuk Bangun Kemandirian Pesantren

Keterlibatan para nasabah dalam perlindungan sosial ketenagarkerjaan ini, kata dia, akan menjadi back up, karena di 2 asuransi tersebut, tidak ada yang untuk kecelakaan kerja.

Ikut BPJS Ketenagakerjaan, kata dia,  menjadi hal yang penting karena mereka akan menanggung penuh biaya perawatan ketika nasabah mengalami kecelakaan kerja, dan bahkan mendapat santunan bulanan selama dia tidak mampu bekerja.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB

PJB Tanam 5000 Pohon Balangeran di Event HKAN

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:42 WIB
X