• Kamis, 11 Agustus 2022

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Terus Bertumbuh

- Jumat, 10 Juni 2022 | 23:40 WIB
Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Industri 4.0 dan Perkembangan Startup di Indonesia.
Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Industri 4.0 dan Perkembangan Startup di Indonesia.

 

SUARAKARYA.ID: Potensi ekonomi digital Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh dan terus mengalami peningkatan. Bahkan ekonomi digital Indonesia tertinggi di Asia Tenggara.

"Dari data Kemenko Perekonomian RI tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2021 tercatat sekitar USD 70 miliar dan diperkirakan mampu mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025," kata Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Hal itu disampaikan Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker dalam acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Industri 4.0 dan Perkembangan Startup di Indonesia. Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 200 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dan Solution Lead Indigo Telkom, Awang Dheawangga sebagai narasumber.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan potensi ekonomi digital di Indonesia sangat terbuka lebar bagi dunia usaha. Ia menyebutkan dari data yang ada, jumlah usaha yang berjualan secara daring (online) di Indonesia mencapai 16,4 juta pelaku usaha atau sekitar 25,6 persen yang sudah hadir dalam ekosistem digital.

Namun demikian, lanjut Meutya Hafid, tantangan ekonomi digital di era industri 4.0 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia baru mencapai 3,49 dari skala 1-5. "Sehingga literasi digital masyarakat Indonesia masih pada kategori rendah," jelasnya.

Di tempat yang sama, Awang Dheawangga mengungkapkan ada beberapa startup dari IndigoHub yang terus berkembang saat ini. Seperti misalnya, Psikku yang melayani digitalisasi asesmen, talent mapping, dan sobat curhat.

Kemudian ada startup Gruu yang merupakan platform tracking armada. Lalu ada Hear Me yang membantu orang tuna rungu, dengan digitalisasi avatar dan bahasa isyarat. Start up lainnya, Ctscope yang membantu informasi klinik rekam medis.

Sementara itu, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan dibutuhkan kerja sama masyarakat dalam mewujudkan agenda transformasi digital di Indonesia.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Telkom Indonesia Gelar Indigo Demo Day 2022

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:59 WIB
X