• Rabu, 17 Agustus 2022

Perkuat Fungsi Kostratani, BPP Gumukmas Gandeng Siswa-siswi Sekolah Sosialisasikan Program CSA Kementan

- Kamis, 9 Juni 2022 | 15:09 WIB
Kementan sosialisasi ke siswa sekolah program CSA (Ist)
Kementan sosialisasi ke siswa sekolah program CSA (Ist)

SUARAKARYA.ID: Climate Smart Agriculture (CSA) atau yang biasa disebut Pertanian Cerdas Iklim merupakan salah satu program yang dilaksanakan di Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. CSA juga dapat meningkatan pendapatan petani pada lahan sawah beririgasi menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penyuluh Pertanian di BPP Gumukmas Kabupaten Jember - Jawa Timur, melakukan kegiatan Kepramukaan Bhakti Saka Taruna Bumi dengan melaksanakan pengembangan pendampingan dan pengawalan Teknologi CSA SIMURP bekerjasama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga: Rachmat Irianto Man Of The Match, Darah Seorang Legenda Timnas

Baca Juga: Dukung Program Kostratani BPP Bonang Lakukan ToF CSA

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember di Desa Jombang Kecamatan Jombang. Kegiatan tersebut juga merupakan kegiatan ekstrakurikuler bagi 350 siswa kelas III MAN 3 Jember dan 7 Mahasiswa semester V Polbangtan Malang.

Menteri SYL sapaannya menerangkan kalau CSA sangat penting unuk menghadapi perubahan iklim ekstrem dan memicu serangan hama penyakit tanaman di berbagi wilayah. “Climate Smart Agriculture (CSA) dapat menyelamatkan produksi pertanian kita,” ujar Mentan Syahrul.

“Saya mendorong berbagai inovasi dan teknologi seperti Climate Smart Agriculture atau CSA untuk menghadapi perubahan iklim,” kata Mentan Syahrul.

Apalagi dengan adanya dampak perubahan iklim yang saat ini semakin ekstrem, seperti cuaca yang tidak menentu akibat kekeringan, hujan dengan curah tinggi serta terus menerus yang mengakibatkan banjir, ledakan hama dan penyakit bisa menyebabkan gagal panen.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ULN Indonesia Triwulan II 2022 Turun Jadi Rp6.045 T

Senin, 15 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Telkom Indonesia Gelar Sharing P3DN di Kalangan BUMN

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:02 WIB

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB
X