• Minggu, 2 Oktober 2022

Serahkan Santunan Rp 1,26 M, BPJAMSOSTEK Lakukan Pembayaran Manfaat Total Rp 205,5 M Di Sultra

- Selasa, 31 Mei 2022 | 19:08 WIB
BPJAMSOSTEK mencatat, di Sultra telah melakukan pembayaran manfaat mencapai total Rp 205,5 miliar,
BPJAMSOSTEK mencatat, di Sultra telah melakukan pembayaran manfaat mencapai total Rp 205,5 miliar,
 
SUARAKARYA.ID: BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK mencatat, di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) selama periode April 2021 hingga April 2022, telah melakukan pembayaran manfaat mencapai total Rp 205,5 miliar, dengan jumlah kasus sebanyak 18,6 ribu. 
 
“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan jaminan sosial,” tutur Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, usai menyerahkan santunan kematian dan manfaat beasiswa pendidikan sebesar Rp1,26 miliar, di Kendari, Sultra, pekan lalu. 
 
Santunan kematian dan manfaat beasiswa pendidikan itu, diserahkan pada lima ahli waris atau keluarga peserta BPJAMSOSTEK, yang meninggal akibat kecelakaan kerja. 
 
Penyerahan santunan  didampingi  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo saat kunjungan kerja Wapres di Panti Sosial Meohai Kendari. 
 
 
Santunan yang diserahkan Wapres, terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja (JKK), manfaat Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Hari Tua (JHT), serta manfaat beasiswa. 
 
Pada kesempatan itu, Dirut BPJAMSOSTEK Anggoro  menyatakan, penyerahan santunan ini merupakan bentuk hadirnya negara. Dalam memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.
 
“Hari ini kami bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerahkan santunan kepada 5 ahli waris/keluarga peserta BPJAMSOSTEK. Yang mendapatkan hak jaminan sosial berupa santunan program JKK, JHT dan JP serta manfaat beasiswa pendidikan anak,” terang Anggoro.
 
Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, serta kesadaran yang tinggi dari perusahaan atau badan usaha. Dalam mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK.
 
 
“Seperti apa yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo, tentu keterlibatan seluruh pihak akan sangat membantu percepatan tercapainya universal coverage. Artinya, seluruh pekerja di Indonesia akan terlindungi dari risiko-risiko sosial yang mungkin terjadi,” ungkapbya. 
 
BPJAMSOSTEK, lanjutnya, merupakan institusi yang diberikan mandat oleh undang- undang. Untuk menyelenggarakan lima program demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
 
Yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta yang terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
 
Anggoro mengemukakan, jumlah tenaga kerja yang terlindungi BPJAMSOSTEK di Provinsi Sulawesi Tenggara per April 2022, masih berada pada kisaran 28 persen. 
 
 
“Kami mengajak seluruh pekerja dan pemberi kerja, untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena, dengan memiliki perlindungan, pekerja dapat bekerja dengan tenang yang berujung pada masyarakat Sulawesi Tenggara lebih produktif dan sejahtera,” tutur Anggoro.
 
Di bagian lain, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang Ivan Sahat H Pandjaitan mengatakan, manfaat Program BPJAMSOSTEK, sudah jelas bisa dirasakan oleh pekerja dan ahli waris. Bagi pengusaha sebenarnya sudah tidak ada keraguan lagi dalam perlindungan karyawannya.
 
"Begitu juga dengan para pekerja mandiri, untuk mendaftarkan dirinya kedalam perlindungan program BPJAMSOSTEK," ujarnya.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Pemerintah Turunkan Harga BBM Jenis Pertamax

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:40 WIB

Masih Banyak Pelaku UMKM di Boyolali Enggan Ajukan KUR

Jumat, 30 September 2022 | 21:48 WIB
X