• Rabu, 28 September 2022

Pesan Wamendag Jerry Di Wisuda IBI-K57: Manfaatkan Digitalisasi Untuk Kapitalisasi Produk

- Senin, 30 Mei 2022 | 15:17 WIB
Pesan Wamendag Jerry Sambuaga di Wisuda IBI-K57 agar para wisudawan dan wisudawati memanfaatkan perkembangan digitalisasi untuk kapitalisasi produk (AG Sofyan)
Pesan Wamendag Jerry Sambuaga di Wisuda IBI-K57 agar para wisudawan dan wisudawati memanfaatkan perkembangan digitalisasi untuk kapitalisasi produk (AG Sofyan)
Dr 
 
SUARAKARYA.ID: Menyikapi perkembangan teknologi digital saat ini, perlu diadaptasi oleh para generasi muda dengan terus meningkatkan kompetensi keahlian dan karakter berkompetisi. Sehingga mampu bersaing bahkan mampu untuk memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan nilai dari aktivitasnya.
 
Ajakan penuh semangat ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dr. Jerry Sambuaga di harapan ratusan wisudawan dan wisudawati serta segenap Civitas Akademika dalam  kegiatan Wisuda ke VII Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) Th 2022 di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (28/5/2022).
 
Hadir dalam moment wisuda IBI-K57 pertama kali secara full luring dalam 2 tahun ini sejak Pandemi Covid-19 ini adalah DR (H.C) dr.HR. Agung Laksono selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Kosgoro1957, Rektor IBI Kosgoro 1957, Dr. Haswan Yunaz.M.M, Kepala LLDIKTI III, Dr. Ir. Paristuyanti Nurwandani, MP,  Ketua Yayasan Universitas Kosgoro1957, Dr Rambe Kamarul Zaman, MSc.MM; Sekretaris Yayasan Syamsul Bachri, MSc. MM; Bendahara Ir Anton Nangoy, MBA; dan Anggota Senat IBI-K57 Dr M Sabil Rachman, MSi. 
 
 
Wamendag Jerry menyampaikan ada tiga nilai luhur yang harus dipegang teguh oleh para peserta didik.
 
"Pengabdian, kerakyatan dan solidaritas, seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Agung Laksono dan Ibu Kepala LPPDIKTI 3 Paristuyanti. Dan nilai ini harus dikombinasikan dengan pengetahuan dan keahlian yang nereka dapatkan selama ada di IBI-K57, agar para milenial mampu menciptakan dan meningkatkan nilai dari setiap produk maupun jasa yang mereka sampaikan pada masyarakat," kata Wamendag Jerry.
 
Doktor Ilmu Politik termuda dari Universitas Indonesia ini menekankan pentingnya ketiga nilai ini untuk terus ditanamkan, tak hanya bagi para wisudawan dan wisudawati tapi untuk seluruh civitas akademika.
 
 
"Kita saat ini hidup dalam zaman kompetitif. Sehingga, kita harus terus mengembangkan nilai kompetitif untuk menjadi lebih baik," ucap kader terbaik Kosgoro 1957 ini.
 
Selain itu, Jerry juga mendorong semua pihak untuk memanfaatkan digitalisasi untuk melakukan kapitalisasi produk melalui utilisasi produk, contohnya coding dan memanfaatkan komunitas kripto.
 
"Sekarang ini sudah banyak penjualan produk hasil coding ini. Para anak bangsa pun sudah banyak karya tokennya, yang tak hanya bisa dibeli di Indonesia tapi juga dapat dibeli oleh rakyat Indonesia yang tinggal di luar negeri," jelas politisi muda Golkar ini.
 
 
Ketua DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan perkembangan industri game online pun perlu disikapi secara bijaksana.
 
"Karena game online ini melibatkan banyak industri dan juga membuka peluang ekonomi, pada fitur-fitur berbayar. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para wisudawan dan wisudawati untuk bisa digarap dan dimantain secara baik," tutur Ketum DPP AMPI ini. 
 
Wamendag di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin ini memaparkan di Kementerian Perdagangan sendiri, banyak program yang bisa diselaraskan dengan kebutuhan atau kepentingan para pelaku usaha dan para pemangku kepentingan. 
 
 
"Kosgoro sebagai organisasi masyarakat yang banyak berkontribusi pada masyarakat, yang memiliki banyak turunan, dapat bersinergi dengan Kemendag. Baik melalui pelatihan, advokasi maupun pengembangan talenta UMKM hingga koperasi dan para mahasiswa," tandas Putra politisi senior Beringin, Theo L Sambuaga ini. 
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Kosgoro 1957, HR Agung Laksono menyatakan perjuangan para mahasiswa selama empat tahun di pendidikan tinggi merupakan  investasi bernilai untuk menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.
 
DR (H.C) dr. HR. Agung Laksono selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Kosgoro1957 memberikan plakat kenang-kenangan dari IBI-K57 kepada Wamendag Jerry Sambuaga yang juga kader terbaik Kosgoro 1957 (AG Sofyan)
 
"Tidak akan ada kegembiraan dan kesuksesan tanpa perjuangan yang sungguh-sungguh. Karena itu, kebahagiaan hari ini merupakan sesuatu hal yang pantas untuk dinikmati," kata Agung.
 
 
Pendidikan merupakan suatu upaya sadar dan terencana serta menciptakan suasana belajar yang kondusif agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya dengan nyaman dan berkelanjutan.
 
"Pendidikan merupakan proses sadar dari manusia untuk meningkatkan kompetensi dalam aspek kecerdasan emosional, sprititual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan ketrampilan," tutur Agung Laksono yang juga Anggota Wantimpres ini. 
 
Tujuan pendidikan, kata dia, pada prinsipnya, menciptakan manusia yang memiliki keseimbangan antara soft skill dan hard skill yang berorientasi pada keseimbangan dan kualitas kehidupan nyata.
 
 
"Yaitu keseimbangan kecerdasan intelektual dan emosional. Wujudnya adalah manusia yang pintar, kreatif dan inovatif dengan sikap yang santun dan beretika," ungkap Ketua DPR RI Periode 2004-2009.
 
Pendidikan, lanjutnya, tak semata-mata berorientasi pada produktifitas kerja tapi lebih pada pencapaian nilai-nilai kebahagiaan hidup manusia.
 
"Untuk itu, IBI-K57 memberikan jawaban yang menurut kami tepat, yaitu menciptakan university culture. Dan setiap tahunnya, IBI-K57 terus mengembangkan kompetensinya dengan menetapkan target-target yang mengikuti perkembangan zaman dan untuk menjadi universitas," kata Ketua Dewan Pakar Partai Golkar ini. 
 
 
Dalam mengembangkan target capaian ini, Agung menyatakan akan dilakukan penambahan fakultas, salah satunya adalah fakultas teknik.
 
"Termasuk juga meningkatkan akreditasi, sehingga semuanya nanti bisa memiliki akreditasi A. Sehingga IBI-K57 tak hanya sekedar menjadi universitas tapi menjadi universitas yang unggul," tegas mantan Menko Kesra era Presiden SBY ini. 
 
Ia mengaku optimis dengan upaya pencapaian target ini, mengingat IBI-K57 memiliki sumber daya yang mumpuni untuk mencapai semua target tersebut. 
 
 
"Untuk sisi penelitian, akan ada dukungan yang bukan hanya dari staf ahli tapi juga dukungan material, baik berupa beasiswa maupun fasilitas," bebernya. 
 
Penelitian Skala Internasional
 
Sementara Rektor IBI-K57 Dr. Haswan Yunaz, MM menyatakan penelitian merupakan bagian dari fungsi peguruan tinggi, dalam upaya menghasilkan pengetahuan baru untuk masyarakat dan untuk pendidikan itu sendiri.
 
"Kami sedang menuju ke arah penelitian yang skala akreditasi internasional dengan cara meningkatkan standar pendidikan sesuai dengan standar internasional, yang saat ini tertinggi adalah scopus," kata Haswan.
 
Rektor IBI Kosgoro 1957, Dr. Haswan Yunaz.M.M, Ketua LLDIKTI III bertekad untuk memaksimalkan seluruh dosen IBI-K57 intens menghasilkan penelitian dengan skala internasional sehingga makin meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan di IBI-K57 menuju universitas (AG Sofyan)
 
Ia mengungkapkan peningkatan akreditasi penelitian di IBI-K57 ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pengetahuan dan pengembangan ekonomi Indonesia.
 
 
"Tak hanya ekonomi, tapi juga bidang nonekonomi. Serta dalam pengembangan sustainable development, peningkatan industri pariwisata berkelanjutan, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesehatan masyarakat. Juga untuk menghasilkan entrepreneur handal," tuturnya.
 
Rektor Haswan menjelaskan saat ini IBI-K57 memiliki 4 Lektor Kepala, 2 Profesor dan 25 Rektor.
 
"Kami masih terus mengakselerasi peningkatan setiap jenjang, sehingga dalam waktu dua tahun ke depan, IBI-K57 sudah bisa menjadi universitas. Dan juga untuk membangun S2 di tahun depan dan program doktoral (S3), yang akan mengakomodir prodi manajemen, akuntansi dan entrepreneur," pungkasnya.
 
Talenta Digital 
 
Sedangkan Ketua LLDIKTI III, Dr. Ir. Paristuyanti Nurwandani, MP menyatakan visi dan misi IBI-K57 adalah menjadi perguruan tinggi unggulan di bidang ilmu bisnis dan informatika yang berwawasan kebangsaan serta berdaya saing tinggi.
 
 
"Visi dan misi ini, sama persis seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina, Pak Agung Laksono. Para civitas akademika dan semua yang hadir di ruangan ini, dapat mempelajari biografi bapak Agung Laksono dan bapak Jerry Sambuaga untuk mendapatkan ilmu dan inspirasi dalam memasuki dunia kerja. Aset berharga IBI-K57 dari tokoh ini harus bisa dimanfaatkan secara positif oleh civitas akademika. Ajak sesering mungkin beliau ke kampus untuk diskusi mengambil opportunity dari adanya disrupsi segala bidang kehidupan," ungkap Paris. 
 
Kepala LPPP DIKTI wilayah 3 ini menyatakan IBI-K57 telah berkembang menjadi lebih baik setiap tahunnya. Progressnya cukup signifikan. 
 
"Dengan perjuangan dan kerja keras para civitas akademika dan juga para tokoh yang turut membidani, IBI-K57 sudah bergerak dari peringkat 600-an menjadi peringkat 200-an. Jadi saya ucapkan selamat pada para orang tua yang sudah menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di pendidikan tinggi yang sedang naik daun ini," ucapnya.
 
Wisuda ke VII Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) Th 2022 di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (28/5/2022) dengan dihadiri Wamendag Jerry Sambuaga dengan orasiMewujudkan: Tantangan dan Peluang Bisnis Generasi Muda Dalam Mewujudkan Industri Kreatif di Era Digital (AG Sofyan)
 
Selain itu, tambah dia IBI-K57  juga unggul karena mempersiapkan para lulusannya untuk dapat kompetitif dalam era digital dan kreatif seperti saat ini. 
 
 
"Karena IBI-K57  mengusung ekonomi kreatif dalam pengajarannya, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan ekonomi," tuturnya. 
 
Tak hanya itu, Paristuyanti juga menyampaikan bahwa IBI-K57  memiliki pembinaan SDM yang bagus jika dibandingkan perguruan tinggi swasta lainnya di Jakarta.
 
"Banyak perguruan tinggi swasta di Jakarta yang hanya sedikit memiliki guru besar dan Lektor Kepala. Banyaknya hanya Lektor atau Asisten Ahli. Sementara di IBI-K57 ini, relatif seimbang, dimana akselerasi angka kredit dari Lektor Kepala atau tingkatan di bawahnya hanya sedikit sekali yang membutuhkan sentuhan manajemen. Tinggal mengembangkan penguatan penelitian saja. Maka semuanya akan berjalan lebih cepat lagi. Karena dengan tenaga pengajar berkualitas akan dihasilkan lulusan yang berkualitas juga," kata Paris. 
 
 
Selaras dengan pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kosgoro 1957 Agung Laksono dan Wamendag Jerry Sambuaga bahwa setiap insan pendidikan tak boleh cepat puas.
 
"Harus bekerja keras dalam mengembangkan softskill dan hardskill yang inovatif dan mampu memenangkan kompetisi," pungkasnya. ***
 

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Kembali Turun

Rabu, 28 September 2022 | 06:39 WIB

Peringati HUT Ke-77, KAI Daop 8 Percepat Laju Kereta Api

Selasa, 27 September 2022 | 17:24 WIB

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Selasa, 27 September 2022 | 07:50 WIB

PLN Resmikan Desa Tematik di Sidoarjo

Senin, 26 September 2022 | 14:47 WIB
X