• Senin, 15 Agustus 2022

Menko Airlangga Bertemu PM Mark Rutte, Dorong Ekspansi Kerja Sama Baru Ekonomi RI-Belanda

- Minggu, 29 Mei 2022 | 19:00 WIB
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto dan PM Belanda Mark Rutte. (Kemenko Ekonomi.)
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto dan PM Belanda Mark Rutte. (Kemenko Ekonomi.)

SUARAKARYA.ID: Pemerintah Indonesia mendorong peluang kerja sama di bidang semikonduktor, serta pengembangan investasi perusahaan Belanda di Indonesia, seperti Unilever pada sektor oleochemical di KEK Sei Mangkei, Philips pada sektor kesehatan, dan Frisian Flag untuk pembangunan pabrik Susu di Cikarang.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte di sela-sela agenda World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos-Swiss, Rabu (25/5/2022).

Pertemuan Menko Airlangga PM Mark Rutte digelar untuk membahas hubungan kerja sama ekonomi kedua negara. Keduanya pun berdiskusi aktif soal situasi global saat ini. "Kami juga menyampaikan harapan untuk kehadiran PM Belanda di KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022 mendatang," ujar Menko Airlangga.

Baca Juga: AP2LI Melihat Kemendag Lakukan Verifikasi Secara Profesional Terhadap Perusahaan Penjualan Langsung

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Belanda memiliki MoU on Cooperation in Sustainable Production of Palm Oil (2019) dan Technical Arrangement (2020). Implementation Plan NI-SCOPS juga telah disepakati, 24 April 2020.

Perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Pada 2020, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai US$3,92 miliar, di mana ekspor Indonesia mencapai US$3,11 miliar dan impor senilai US$804,3 juta.

Menyoal perdagangan bilateral, Belanda merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-11 bagi Indonesia, dengan komoditas utama, antara lain minyak kelapa sawit (14%), produk kimia (12%), kopra dan produk turunannya (6%), minyak nabati atau hewani dan produk turunannya (6%), minyak bumi (5%), cokelat, mentega, lemak dan minyak (3%), timah (3%), produk alas kaki (2%), serta asam dan produk turunannya (2%).

Baca Juga: Pengunjung CFD Di Solo Berlarian, Termakan Hoaks Menara Masjid Sriwedari Ambruk

Pada rentang 2016-2021, Belanda menjadi investor terbesar ke-5 dari total 157 negara yang berinvestasi di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$9,68 miliar atau 5,43% dari total realisasi investasi asing. Investasi terbesar Belanda di Indonesia berada pada sektor listrik, gas, dan air (34%), sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi (19,2%), serta sektor pertambangan (16,7%).

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: Kemenko Ekonomi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTN Gelar KPR BTN Merdeka dalam IPEX 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:18 WIB

FAO Bangga Indonesia Capai Swasembada

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:02 WIB

RUU PDP Wujud Pengembangan Ekonomi Digital

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X