• Minggu, 3 Juli 2022

Aplikasi Penanaman CSA, Kabupaten Banjarnegara Mampu Capai IP 300

- Rabu, 25 Mei 2022 | 14:51 WIB
Persawahan yang membentang (Ist)
Persawahan yang membentang (Ist)

SUARAKARYA.ID: Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation (SIMURP) merupakan kegiatan modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting yang pelaksanaannya dilakukan lintas kementerian.

Kegiatan ini difokuskan pada upaya strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global yang saat semakin terasa untuk membangun pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) yang tersebar di 24 kabupaten dalam 10 Provinsi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pertanian Cerdas Iklim memiliki dampak positif untuk pertanian. Dan proyek SIMURP ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian yang difokuskan pada tiga tujuan pembangunan pertanian.

"Tepatnya, penyediaan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, climate change atau perubahan iklim menyebabkan elnino, kemarau berkepanjangan dan banjir.

Baca Juga: Mentan: PMK Hewan Tidak Menular Ke Manusia, Kementan Siapkan Strategi Pemberantasan

Baca Juga: Liga Inggris: Manchester City Juara, Liverpool Bidik Liga Champions

"Menyebabkan produksi turun bahkan akan gagalkan panen dan tanam. Petani kita bakal gagal dapat duit", ujarnya saat membuka Pertemuan Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan SIMURP Komponen A Tahun 2022 di Aruss Hotel, Semarang secara virtual (24/5/2022).

Dedi menambahkan, dampak lain serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Untuk mengantisipasinya dengan ciptakan inovasi yang mampu perlambat gas rumah kaca.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X