• Selasa, 28 Juni 2022

Kementan Maksimalkan Program, Tingkatkan Produktivitas Pertanian Di Jawa Tengah

- Rabu, 25 Mei 2022 | 14:41 WIB
Kementan siap tingkatkan produktivitas pertanian (Ist)
Kementan siap tingkatkan produktivitas pertanian (Ist)

SUARAKARYA.ID: Kementerian Pertanian terus memaksimalkan sektor pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan memaksimalkan sejumlah program, termasuk SIMURP. Kementan juga menjamin ketersediaan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), membangun pertanian bukan hanya menyangkut persoalan memenuhi kebutuhan makan orang tapi juga erat kaitannya dengan lapangan kerja dan memutar roda ekonomi yang dimulai dari desa. Selain penguatan pertanian juga harus harus dilakukan.

"Kita ingin memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia. Dan hal itu harus didukung dengan peningkatan produktivitas. Dengan peningkatan produktivitas itu, pendapatan petani akan meningkat. Oleh karena itu, kita akan memanfaatkan sejumlah program-program utama Kementan termasuk Program SIMURP", kata Mentan Syahrul.

Baca Juga: Liga Inggris: Manchester City Juara, Liverpool Bidik Liga Champions

Baca Juga: Di Pelatihan Sejuta Petani Dan Penyuluh, Kementan Latih Petani Akses KUR

Mentan menambahkan bahwa kita tidak dalam kondisi yang biasa biasa saja. Setelah didera covid 19, kini dihadapkan pada climate change atau perubahan iklim yang berdampak pada perekonomian khususnya sektor pertanian. Ia mengingatkan adaptasi dan mitigasi perubahan Iklim harus dilakukan, mengingat Indonesia adalah negara terbesar ke-4 dunia.

"Kita belum selesai menghadapi tantangan covid-19 yang masih terjadi sampai hari ini dan kita dihadapkan juga dengan emisi gas, efek rumah kaca dan persoalan lingkungan. Ingat, perekonomian dunia porak poranda selama dua tahun, termasuk Indonesia. Namun yang mampu bertahan adalah sektor pertanian," ungkap Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, climate change terjadi diawali dari peningkatan suhu permukaan bumi, sehingga bukan hanya menyebabkan panas tapi ekosistem juga akan berubah.

"Pemanasan global utamanya di sebabkan oleh prilaku manusia, aktivitas manusia yang menghasilkan gas rumah kaca. Bahkan dari sektor pertanian juga menyumbang peningkatan suhu seperti pemupukan yang tidak berimbang sampai kurangnya pemanfaatan air yang benar", ujarnya.

"Akibat gas rumah kaca, es yang ada di kutub mencair, sehingga volume air laut meningkat dan fenomena ini sudah terbukti. 70 persen lahan sawah pertanian ada di pesisir, kalau airnya meningkat akan membanjiri lahan pesawahan sehingga menomena ini sudah terbukti. berarti lahan sawah pertanian yang 70 persen ada di pesisir, air laut akan ke lahan sawah, menyebabkan tanaman akan mati dan produksi menurun", tegas Defi Nursyamsi saat membuka Pertemuan Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan SIMURP Komponen A Tahun 2022 di Aruss Hotel, Semarang secara virtual (24/5/2022).

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank DKI Dukung Malam Puncak Jakarta Hajatan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:53 WIB
X