• Senin, 26 September 2022

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Sebut Legacy Fahmi Idris Berkontribusi Besar Kemajuan Industri Indonesia

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:54 WIB
Keluarga besar Kemenperin yang diwakili Memperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Menteri Perindustrian periode 2005-2009 almarhum Fahmi Idris, Ahad (22/5/2022) karena sakit  (AG Sofyan)
Keluarga besar Kemenperin yang diwakili Memperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Menteri Perindustrian periode 2005-2009 almarhum Fahmi Idris, Ahad (22/5/2022) karena sakit (AG Sofyan)
 
 
SUARAKARYA.ID: Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) sekaligus juga sebagai kader Partai Golkar menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Menteri Perindustrian Periode 2005-2009 dan adalah Senior di Beringin, Prof Dr Fahmi Idris
 
Almarhum Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo tutup usia pada Ahad (22/5/2022) pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.
 
Fahira Idris, putrinya yang juga mewarisi darah Fahmi sebagai politisi yang kini duduk sebagai Senator Senayan mewakili DKI Jakarta mengaku ayahnya sudah menjalani perawatan medis sejak Sabtu lalu.
 
 
Bagi Menperin AGK, sosok Fahmi dia kenal sebagai figur yang paripurna dengan penuh pengabdian yang konsisten dan tidak pernah terbatasi oleh usia.
 
"Selama ini beliau selalu menyampaikan banyak bimbingan dan masukan terkait dengan pembangunan sektor industri nasional. Saya mewakili Keluarga Besar Kementerian Perindustrian benar-benar kehilangan sosok yang telah sempat menorehkan banyak legacy dan kebijakan di bidang pembangunan industri nasional serta secara konsisten terus memberikan saran-saran bagi kemajuan sektor industri di dalam negeri hingga beliau tutup usia," ungkap Menperin AGK kepada suarakarya.id saat dihubungi di sela-sela mengikuti acara World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, berlangsung 22- 26 Mei 2022.
 
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan forum internasional yang juga politisi Golkar menyebut legacy almarhum Fahmi Idris berkontribusi besar bagi kemajuan industri Indonesia (AG Sofyan)
 
Di masa kepemimpinan Fahmi Idris saat sebagai Menteri Perindustrian, almarhum yang dikenal sebagai aktivis 66 ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan populer di sektor industri yang hingga saat ini masih relevan tetap dilaksanakan, yaitu antara lain membentuk Tim Peningkatan Penggunaan Barang dan Jasa Produksi Dalam Negeri. 
 
 
Kebijakan ini merupakan upaya untuk mendorong penggunaan produksi dalam negeri di kalangan Instansi maupun Lembaga Pemerintah, termasuk BUMN. 
 
Kebijakan ini juga ditujukan untuk memperkenalkan produk dalam negeri kepada 
masyarakat luas agar bisa menggunakannya untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
 
"Almarhum Bang Fahmi juga menginisiasi program pengalihan minyak tanah menjadi LPG pada tahun 2007. Selain mengalihkan penggunaan energi, kebijakan ini juga terbukti memacu perkembangan industri yang terkait, seperti tabung baja gas LPG, katup tabung baja, kompor gas, regulator kompor gas, dan selang karet kompor gas. Kebijakan lain yang juga digulirkan oleh almarhum adalah peningkatan teknologi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui bantuan pembelian mesin dan peralatan industri TPT 
pada tahun 2007. Program tersebut mampu meningkatkan daya saing, efektivitas dan 
produktivitas industri TPT nasional, yang pada gilirannya mengamankan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor," kenang Menperin AGK.
 
 
Pengabdian di Golkar
 
Konsistensi pengabdian Almarhum Fahmi Idris juga di rasakan AGK di  Partai Golkar
 
"Almarhum adalah senior saya di Partai Golkar yang memiliki prestasi lengkap, baik di organisasi partai, pemerintahan, maupun dunia usaha. Sederet prestasi lengkap tersebut tidak menyurutkan semangat dan tekad beliau untuk terus aktif memberikan sumbangsih gagasan dan pemikiran untuk bangsa melalui Partai Golkar, partai yang membesarkannya dan menjadi sejarah perjuangannya saat perubahan kekuasaan dari orde lama ke orde baru," tutur kolega dan junior Fahmi di Golkar yang kini menduduki Waketum DPP Partai Golkar ini.
 
 
Salah satu kebijakan Pemerintah saat Fahmi Idris menjabat sebagai Menteri Perindustrian yakni menginisiasi program pengalihan minyak tanah menjadi LPG pada tahun 2007 dimana legacy ini masih terus dilanjutkan dan dipertahankan di pemerintah saat sekarang (AG Sofyan)
 
Putra menteri beberapa kali di kabinet Presiden Soeharto dan BJ Habibie serta pernah sebagai Ketua DPD RI, Ir Ginanjar Kartasasmita ini lalu menuturkan bahwa Fahmi yang dia kenal adalah pribadi selalu rendah hati namun sarat ilmu dan panjang pengalaman hidupnya.
 
Usia, kata AGK, nyatanya tidak mampu menghentikannya untuk terus mengabdi dan haus akan ilmu. Bahkan baru-baru ini almarhum Bang Fahmi Idris mendapatkan gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Universias Indonesia dan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Andalas, Padang.   
 
  
"Pengabdian dan kepribadian almarhum Bang Fahmi yang sangat baik selayaknya menjadi teladan bagi para pejabat, politisi, pelaku usaha, dan khususnya generasi muda bangsa ini. Almarhum adalah senior Partai Gollkar yang memiliki prestasi yang lengkap, baik dalam pemerintahan, di partai maupun sebagai pengusaha nasional. Kami sangat kehilangan sosok santun dan menyejukkan dalam Partai Golkar. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum pada tempat yang sebaik-baiknya. Husnul Khotimah. Selamat jalan dan beristirahat, Bang Fahmi. Semoga kita yang masih hidup dapat meneruskan, merawat dan meningkatan semua legacy Almarhum yang baik untuk kemajuan negeri ini.... Aamin Allahuma Aamin," pungkas Menperin AGK ***
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X