• Minggu, 26 Juni 2022

Belanja Masyarakat Saat Ramadan Dan Lebaran Signal Positif Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional

- Rabu, 18 Mei 2022 | 06:15 WIB
Diskuai  daring yang digelar FMB9 bertajuk
Diskuai daring yang digelar FMB9 bertajuk





SUARAKARYA.ID: Saat Ramadan dan Idul Fitri tak hanya menjadi berkah bagi umat muslim Indonesia, namun juga menjadi berkah bagi banyak kalangan, terutama para pelaku
ekonomi.

Di masa libur Lebaran 2022 ini, perekonomian Indonesia kembali bergairah. Belanja masyarakat  dan perputaran uang meningkat setelah pemerintah kembali mengizinkan tradisi mudik atau pulang kampung, usai dua tahun dilarang karena pandemi.

Selama lebaran, okupansi hotel dan kunjungan di kawasan wisata meningkat. Diperkirakan, uang sekitar Rp42 triliun berputar selama Ramadan dan periode Lebaran Idul Fitri 1443 hijriah.

Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teuku Riefky menilai perputaran uang selama lebaran ini merupakan signal positif terhadap
perekonomian dalam negeri.

Menurutnya, hal ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama adalah karena
trend up demand yang terjadi setelah masyarakat memiliki mobilitas yang terbatas selama dua tahun terakhir.

"Jadi mereka tidak bisa mudik, tidak bisa pulang kampung dan pembagian
Tunjangan Hari Raya (THR) yang juga masih terbatas," ujarnya dalam diskusi
daring yang digelar FMB9 bertajuk "Uang Beredar, Ekonomi Berputar" pada
Selasa (17/5/22).

Kedua adalah momentum ramadan dan lebaran yang memang selama periode
prapandemi ini menjadi momen siklikal yang selalu tinggi di quartal tersebut
dalam satu tahun fiskal.


"Jadi memang kita lihat ini kombinasi berbagai faktor juga terus didorong oleh
insentif serta stimulus pemerintah. Juga ini membuat confidence masyarakat
terus tumbuh," kata Teuku Riefky.

Selain itu, Teuku juga menyoroti saat pemberlakuan kebijakan mengizinkan
masyarakat melakukan mudik selama lebaran, pemerintah juga memastikan
dari aspek kesehatannya.

"Saya ingin highlight juga, program vaksinasi juga terus didorong oleh pemerintah. Ini kemudian membuat masyarakat, kita bisa ekpektasi, bahkan ini bisa berkelanjutan," paparnya.

Teuku menjelaskan, pada dasarnya pola pemulihan ekonom sudah terbentuk
beberapa kali selama pandemi. Namun pola yang terbentuk tersebut, tidak
dibarengi dengan penguatan di sektor kesehatan yang memadai.

"Kalau kita lihat pola pemulihan ekonomi, sebetulnya pola pemulihan ekonomi ini sudah terbentuk beberapa kali selama pandemi. Namun memang tidak dibarengi dengan aspek kesehatan yang memadai sehingga setiap kali ekonomi itu dibangun, kemudian kasus naik," tuturnya lagi.

Sehingga Teuku berharap, dengan penguatan pada aspek kesehatan, pola pemulihan ekonomi ini tidak akan menjadi isu ke depannya dengan munculnya
lonjakan kasus.

Teuku juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menginzinkan masyarakat
melakukan mudik dan pulang kampung selama lebaran. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang cukup baik belakangan ini dengan perputaran uang yang meningkat, tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun
memliki trickle down effet ke daerah-daerah, terutama daerah tujuan wisata
dan mudik.

"Juga memang beberapa momentum lainnya seperti misalnya periode cuti bersama dan long weekend ini, kita harapkan terus mendorong aktivitas perekonomian, terutama di sektor pariwisata dan transportasi yang memang selama pandemi, sektor ini sangat tertekan," ucapnya. ***

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X