• Jumat, 9 Desember 2022

Investasi Telkomsel Di GOTO Merugi, Dirut Telkom Jadi Sorotan

- Senin, 16 Mei 2022 | 10:40 WIB
Ririek Adriansyah (Ist)
Ririek Adriansyah (Ist)

SUARAKARYA.ID: Jelang RUPS Telkom akhir bulan ini, investasi yang digelontorkan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) alias GOTO kembali jadi sorotan.

Mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto, melihat ada banyak kejanggalan dibalik aksi korporasi yang dilakukan Telkomsel sebagai anak usaha Telkom. Total, menurut hitungan Agustinus, Telkomsel mengeluarkan uang Rp6,3 triliun untuk investasi di GOTO.

Agustinus menjelaskan, mulanya Telkomsel membuat perjanjian dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) pada 16 November 2020, untuk investasi dalam bentuk Obligasi Konversi tanpa bunga sebesar US$150 juta (Rp2,116 triliun) dengan tenor 3 tahun.

Kemudian pada 17 Mei 2021, AKAB dan Tokopedia merger (GOTO).

Baca Juga: Kartini Milenial, Letda Ida Ayu Damayanti, Teknisi Pesawat F-16 Wanita Pertama

Baca Juga: Timnas U-23 Lolos Semifinal SEA Games, Siap Hadapi Batu Terjal Berikutnya

“Pada 18 Mei 2021, GOTO dan Telkomsel membuat Perjanjian Pembelian Saham. Yang US$150 juta (Rp2,116 triliun) tadi dikonversi menjadi 29.708 lembar saham. Yang opsi beli saham preferen US$300 juta (Rp4,290) triliun menjadi 59.417 lembar,” jelas Agustinus dalam keterangannya, Minggu (15/5/2022).

“Fokus pada duit Telkomsel yang sudah dikeluarkan buat GOTO: Rp2,116 triliun dan Rp4,2 triliun, totalnya Rp6,3 triliun,” lanjut dia.

Persoalan muncul, ketika harga saham GOTO anjlok 50% lebih ke harga Rp194 selama 11 April - 13 Mei 2022. “Ini sudah turun 42% dibanding harga IPO,” ucap Agustinus.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Top Lombok Timur, Miliki Samsat Perijinan Kapal Ikan

Jumat, 9 Desember 2022 | 08:46 WIB

SIG Raih Penghargaan BUMN Berprestasi

Kamis, 8 Desember 2022 | 20:34 WIB
X