• Kamis, 26 Mei 2022

Pengeboran PEP Zona 14 Papua Field, Kabupaten Sorong Masuk Dalam 790 Sumur Eksploitasi Di Seluruh Indonesia 

- Kamis, 12 Mei 2022 | 22:31 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)



SUARAKARYA.ID:  Pengeboran Sumur PEP Zona 14 Papua Field Sorong termasuk dalam 790 sumur eksploitasi akan dibor hingga akhir tahun 2022 di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui Ketahanan dan kemandirian energi menjadi sasaran target yang perlu dicapai oleh suatu negara.

Maksudnya  agar bisa mampu mewujudkan rencana jangka panjang bagi seluruh negara berdaulat. 

Hal tersebut termasuk Indonesia. Kebutuhan energi yang menggerakan perekonomian masyarakat Indonesia.Juga masih ditopang sumbernya dari minyak bumi.

Baca Juga: 132 Penumpang Dan Awak Pesawat Tibet Yang Terbakar Diselamatkan, Api Dapat Dipadamkan

Karena itu seiring dengan target pemerintah. Maka SKK Migas melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 terus menjalankan rencana aksi.

Eksplorasi Migas hingga tahun 2030 untuk mewujudkan ketahanan energi untuk Indonesia.

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Papua Barat.

Terus melakukan upaya merealisasikan program yang langsung berkontribusi terhadap produksi migas nasional di tahun 2022.

Baca Juga: Polda Papua Barat Dan TNI Amankan Daerah Ini Sebelum Dan Sesudah Pelantikan Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw

Salah satu kegiatan utama industri hulu migas untuk menghasilkan produksi adalah dengan melakukan pengeboran sumur.

Baik eksplorasi maupun eksploitasi. Sebanyak 790 sumur.

Pertamina EP (PEP) yang merupakan salah satu KKKS hulu migas, juga dibebankan target.
 Untuk mendukung peningkatan produksi nasional oleh SKK Migas.

Wilayah kerja Pertamina EP yang tersebar diseluruh Indonesia. Juga mempunyai target untuk melakukan 4 pengeboran di wilayah Papua Barat selama tahun 2022.

Lebih dikenal sebagai “PEP Papua Field”, yang berada di Kabupaten Sorong.

Mempunyai beberapa potensi untuk dapat meningkatkan produksi. Tidak hanya dari kegiatan pengeboran eksploitasi maupun eksplorasi.

Baca Juga: Pembunuhan Warga Sipil Kembali Dilakukan OTK Di Papua

PEP Papua Field, yang masuk dalam pembagian Subholding Hulu Migas Pertamina. Berada pada PEP Zona 14, sejak tanggal 8 April 2022 telah memulai rangkaian kegiatan kampanye pengeboran.

Sebagai tindaklanjut Renstra IOG 4.0. Hingga berita ini diturunkan.

 PEP Papua Field telah berhasil menambahkan produksi minyak bumi dari target reservoir. Yang memiliki kedalaman lebih dari 1,6 Km di bawah permukaan bumi.

Yang dihasilkan dari pengeboran Sumur Salawati A9X.  Yakni  berlokasi di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Baca Juga: Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin Kembali Duperiksa KPK

General Manager PEP Zona 14, Afwan Daroni, mengucapkan ungkapan syukurnya atas terselesaikannya kegiatan pengeboran perdana yang menggunakan RIG PDSI#28.2D1000-E.

Di mana telah dapat menghasilkan tambahan produksi dari Sumur Salawati A9X.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong dan masyarakat di sekitar Kampung Meyaup di Pulau Salawati ," katanya.

Yang telah membantu menjaga keselamatan kerja pengeboran beresiko keselamatan tinggi.  Hingga dapat berlangsung sukses dan membuahkan hasil mendekati target produksi yang telah ditetapkan SKK Migas," katanya.

Baca Juga: Unjuk Rasa Mahasiswa Manokwari Tolak DOB Dan Otsus Berjalan Aman

Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Papua & Maluku, Subagyo, menerangkan bahwa keberhasilan dari kegiatan perdana pengeboran Sumur Salawati A9X di Kabupaten Sorong, merupakan awal optimisme.

Yaitu keberhasilan- keberhasilan lainnya yang akan berlanjut. Dari rencana kampanye pengeboran oleh KKKS yang ada di Papua Barat.

Kesuksesan pengeboran tersebut, tidak terlepas dari kemampuan PEP untuk bisa mendatangkan Rig pengeboran yang berbiaya tidak murah.

Untuk dapat melakukan rangkaian pengeboran secara berkesinambungan di 3 sumur lainnya di tahun 2022.

Sehingga bisa menghasilkan optimalisasi pembiayaan transportasi dan operasional Rig.

Intinya, pada saat harga minyak tinggi kali ini, memiliki kencenderungan hampir di seluruh regional maupun Indonesia.

Baca Juga:  Ini Negara Demokrasi Orang Tak Berhak Melarang Dedy Corbuzer

Kebutuhan dan ketersediaan Rig untuk pengeboran meningkat tinggi.

“Kami juga terus mengucapkan syukur atas kemudahan yang didukung oleh pemerintah daerah. utamanya pada tahapan persiapan persiapan untuk memulai kegiatan pengeboran selanjutnya," kata Subagyo.

Saat ini, masih ada rencana kerja PEP untuk melakukan pengeboran lanjut di sekitar Kabupaten Sorong.

Untuk itu tahapan persiapan lahan menjadi penting dapat diselesaikan tepat waktu. Agar dapat mengoptimalkan pendapatan negara.

"Hingga nantinya dapat menciptakan ketahanan energi di Papua Barat," ujar Subagyo.

Sebagai tambahan, ternyata dengan adanya investasi yang dilakukan PEP di Kabupaten Sorong berupa pengeboran.

Maka terlihat dampak langsung yang dapat dirasakan masyakarat sekitar daerah operasional lokasi pemborannya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Terkini

X